Renungan Harian, 12 Juni 2019

KOMUNIKASI DALAM KELUARGA

Amsal 15:1-4

Amsal 15:1. “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.“

Seringkali kesalahpahaman dalam keluarga terjadi saat berkomunikasi karena intonasi suara yang salah. Intonasi suara mempengaruhi sekitar 40% pesan yang akan kita sampaikan kepada pasangan ataupun kepada anak kita. Memilih kata-kata yang baik memang penting, tetapi kita juga perlu memastikan, bahwa intonasi suara kita sinkron dengan kata-kata baik yang hendak disampaikan. Kalau tidak, maka intonasi suara dapat mengaburkan maksud baik kita.

Intonasi yang tinggi juga akan membuat orang lain menjawab dengan nada yang tinggi. Nada yang terdengar tinggi mempengaruhi kondisi fisiologis tanpa bisa dikendalikan. Tekanan darah meningkat, detak jantung menjadi lebih cepat, sehingga kita dipaksa untuk berada di kondisi tertekan. Akibatnya, kita akan menjadi marah atau bertindak defensif.

Selain itu berkomunikasi yang baik pun perlu memperhatikan mimik muka. Jangan biarkan mimik muka yang kurang enak dilihat menjadi tontonan saat berkomunikasi. Hal itu juga dapat memicu pertengkaran yang seharusnya tidak perlu terjadi. Apabila komunikasi tidak berjalan baik, maka seringkali kita akan terjebak dalam sebuah pertentangan atau konflik yang terlihat lebih besar dari yang sebenarnya. Lebih baik usahakan jangan menyelesaikan konflik komunikasi melalui pesan teks karena ada kemungkinan akan memperlebar konflik yang sudah ada. Kita harus terus belajar untuk berkomunikasi dengan baik kepada pasangan atau anak kita untuk memperkecil timbulnya konflik.

Doa: “Tuhan Yesus, ajar saya untuk bisa menjalin komunikasi yang baik, lebih halus dalam bertutur kata sehingga tidak menimbulkan pertengkaran. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …