MEMBANGUN KELUARGA KRISTEN YANG KOKOH

Gereja yang kuat, adalah gereja yang terdiri dari pilar-pilar keluarga yang mendirikan rumah tangganya, karena kehadiran Roh Kudus yang setiap saat menolong, membantu dan menyalurkan kasih Allah, Oleh karena itu gereja yang terdiri atas rumah tangga yang kokoh merupakan investasi Allah dalam membangun Kerajaan-Nya di muka bumi.

Yang dikehendaki dari persekutuan suami-istri adalah menghasilkan keturunan Ilahi! Jadi jagalah dirimu, jangan orang tidak setia terhadap istri dari masa mudanya (Maleakhi 2:15). Jemaat yang kokoh, pelayan-pelayan Tuhan yang mewariskan iman pada keturunannya berasal dari keluarga-keluarga Kristen yang takut akan Tuhan dan mencintai firman Tuhan secara konsisten.

Keturunan Ilahi yang rumah tangganya menjadi teladan bagi keluarga-keluarga jemaat memfokuskan hidupnya pada Kristus, saling mengasihi di antara anggota keluarga, dan Roh Kudus menjadi pemandu utama atas keharmonisan rumah tangga. Keteladanan ini akan membawa konsekuensi, bahwa rumah tangga yang terdiri dari keluarga inti: Bapa, Ibu dan anak-anak kelak berpengaruh pada kemapanan sebuah gereja, anggota keluarga yang terhindar dari godaan materialistis, tangguh menghadapi godaan sex, bahkan menghindarkan keluarga dari pengajaran-pengajaran sesat yang dapat menimbulkan perpecahan gereja dan membahayakan masa depan bagi anggota keluarga di sebuah gereja.

Yusuf menjadi salah satu contoh, bagaimana imannya mampu menolak godaan istri Potifar, meskipun penjara adalah batu ujian kekudusannya, namun selepas dari penjara, Yusuf diperhadapkan pula pada mimpi Firaun, dan atas anugerah Allah, Yusuf memperoleh promosi dan ikut memerintah atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:42).  Demikian pula Yosua patut menjadi barometer keluarga kuat karena takut akan Tuhan, dan seisi rumahnya beribadah kepada Tuhan (Yosua 24:15).

Pernikahan adalah hal yang sangat ekslusif yang tidak dapat dibagikan kepada siapapun. Fungsi seorang ayah atau ibu masih dapat digantikan oleh orang lain, tetapi fungsi sebagai suami atau isteri tidak ada pribadi yang dapat mewakilinya. Jika suami atau isteri berhalangan hadir, maka tidak dapat diwakilkan kepada pribadi yang lain dengan alasan apapun juga.

Membangun pernikahan Kristen yang kokoh dan harmonis membutuhkan komitmen di antara calon pengantin untuk saling menghormati, saling menghargai dan saling menyayangi satu dengan lainnya. Dalam keluarga, ayah harus menjadi imam bagi seluruh anggota keluarga dan bersama ibu menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, perbuatan, dan ketaatan beribadah yang alkitabiah pada keluarganya, sehingga gereja mendorong terciptanya keluarga-keluarga Kristen yang harmonis dan bahagia.

TUHAN MEMBERKATI SELURUH KELUARGA JEMAAT GBI PASKO, AMIN!

Oleh: Pdt. A. L. Jantje Haans

Check Also

Pesan Gembala April

PASKAH

Oleh: Pdt. Dr. A. L. Jantje Haans (Gembala Sidang) Rangkaian Paskah yang dikenal dengan Tri …