
TAK SEKEDAR SIMPATI
Lukas 7:11-15
Lukas 7:13. “Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”
Dalam perjalanan pelayanan di kota Nain, Tuhan Yesus berpapasan dengan sebuah rombongan yang hendak menguburkan seorang anak laki-laki, anak tunggal seorang janda. Ketika Tuhan Yesus melihat janda yang ditinggalkan oleh anaknya yang menjadi tumpuan hidupnya, saat itu juga Tuhan Yesus merasa simpati kepada janda ini. Kemudian Tuhan Yesus tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu baginya. Tuhan Yesus berempati kepada janda ini. Tidak pernah kita jumpai dalam Alkitab, ketika Tuhan Yesus tergerak hati-Nya, Ia hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. Hal ini terbukti ketika Tuhan Yesus menunjukkan simpati dan lalu berempati kepada janda ini.
Rasa simpati Tuhan Yesus ditunjukkan-Nya dengan berkata kepada janda tersebut, “Jangan menangis!” Lalu Tuhan Yesus menunjukkan empati-Nya, Ia bertindak nyata yaitu membangkitkan orang muda itu. Tuhan Yesus sangat memahami kesedihan yang dialami oleh janda ini sehingga Ia memberikan pertolongan.
Adakah hati kita tergerak bila melihat kesedihan atau kesusahan orang lain? Jika Roh Kudus membuat hati kita tergerak oleh belas kasihan, jangan berhenti hanya pada bersimpati saja. Teladanilah Tuhan Yesus, Ia melakukan tindakan nyata. Tunjukkan empati kita dengan perbuatan yang baik: menasehati, menghibur, memberi pertolongan dan sebagainya.
Apakah rasa simpati dan empati kita terhadap orang lain masih ada dalam hidup kita? Berubahlah jika selama ini kita kehilangan rasa simpati dan empati kepada orang lain. Firman Tuhan menasihatkan: selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang (Galatia 6:10). Niscaya kita pun akan menikmati kebaikan-Nya sepanjang hidup kita.
Doa: “Kami mau meneladani-Mu, ya Yesus untuk melakukan semua yang kami bisa untuk menolong sesama. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung