
Perjalanan berjalan dengan lancar dan menyenangkan, cuaca yang baik, penerbangan on time dan sukacita dalam kebersamaan. Saat tiba di bandara Tjilik Riwut – Palangka Raya pesawat mendarat tepat waktu menjelang kedatangan bapak Presiden Jokowi yang akan meresmikan bandara tersebut, ternyata Tim misi (Pdt. Simon Irianto, Pdm. Dede Imawan, Erisanto, Ofir Tanau, Ferry Stiawan, Deddy Kurniawan, Deddy Gunawan, Agus, Untung Setiaji, Bachtiar Siahaan) mendahului pendaratan pesawat kepresidenan di bandara tersebut sehingga tidak terganggu acara protokoler kepresidenan.
Hari pertama diadakan KKR Paskah di GBI Galilea, firman Tuhan dilayani oleh Pdt. Simon Irianto dengan tema “Pengorbanan Terbesar” sementara tim Badut Kompas melayani ibadah anak-anak.
Hari kedua, perjalanan menuju Tumbang Bemban, kami singgah di Tumbang Kaman.
Di GBI Tumbang Bemban, ibadah dilaksanakan malam hari, firman Tuhan dilayani oleh Pdm. Dede Imawan dan ibadah anak dilayani oleh tim Kompas.
Sebelum kembali ke Palangka Raya, kami mampir di Tumbang Kelemai, puji Tuhan saat ini tidak perlu menggunakan klotok karena sudah ada “tol tanah Merah”, melintasi tanah merah yang sebelumnya diguyur hujan adalah sebuah sensasi yang tidak bisa dilupakan, mobil beberapa kali slip, ngesot bahkan kami harus turun untuk mendorong mobil slip. Perasaan sukacita, rasa kebersamaan dan kepeduliaan terbentuk di antara kami saat menghadapi medan jalan seperti itu.
Satu hal penting di jemaat GBI Basilea – Tumbang Kelemai, ada banyak sekali anak-anak dan mereka tidak mendapatkan pengajaran kekristenan yang memadai. Kami melayani di GBI Basilea, ibadah umum dilayani oleh Pdt. Simon Irianto sementara ibadah anak dilayani oleh Pdm. Dede Imawan beserta tim Kompas.
Gereja di Petuk Barunai menjadi tujuan akhir misi kami, ditempuh dengan perjalanan darat selama 2 jam dilanjutkan menggunakan klotok selama 30 menit. Gereja ini digembalakan oleh Pdt. Iskandar dengan jumlah jemaat sekitar 50 orang dan 20 anak-anak. Ibadah umum dilayani oleh Bpk. Deddy Gunawan dan ibadah anak dilayani oleh Pdm. Dede Imawan beserta tim Kompas. Anak-anak sangat antusias dan diberkati ketika penyampaian firman diisi dengan panggung boneka.
Tim Kompas memberikan masukan untuk misi yang akan datang, selain persiapan untuk ibadah umum, KKR dan lainnya, tim juga harus mempersiapkan pelayanan bagi KPA (pemuda dan anak) yang terbaik, karena mereka butuh pondasi Injil, iman dan keselamatan yang kuat dan benar. Karena saat mereka keluar desa untuk melanjutkan pendidikan, kalau pondasi mereka tidak kuat maka kemungkinan mereka akan terhilang.
Perjalanan misi ini sangat membuka wawasan Kompas tentang Misi. Selain waktu dan tenaga yang dipersembahkan untuk menjangkau jiwa bagi Tuhan, ternyata jiwa pun dipertaruhkan saat menempuh medan yang berat untuk mencapai tempat yang dituju. Kami terberkati sekali dengan kesetiaan dan antusias jemaat dalam menghadiri ibadah serta para hamba-hamba-NYA yang setia dan kuat dalam melayani jemaat di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Terimakasih buat Gembala dan semua jemaat GBI Pasirkoja untuk dukungannya.
Maju terus Misi GBI Pasirkoja demi kemuliaan nama Tuhan Yesus.
Oleh: Pdm. Dede Imawan
GBI Pasir Koja 39 Bandung