Renungan Harian, 20 April 2019

RATAPAN WANITA SAAT VIA DOLOROSA

Lukas 23:26-32

Lukas 23:27. “Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.”

Ketika menuju Golgota, Yesus disuruh memikul balok yang sangat berat, yang nantinya akan dipakai menjadi salib-Nya. Sebelumnya Yesus telah dipukul dan dicambuk sebanyak lebih dari 40 kali dengan cambuk yang berduri. Pukulan dan cambukan yang diterima-Nya, membuat Yesus sangat kesakitan dan kelelahan. Ia tidak memiliki kekuatan lagi untuk memikul balok yang ditaruh dipundak-Nya sehingga jatuh berulang kali. Akhirnya para prajurit menyuruh Simon dari Kirene dan menyuruhnya memikul balok tersebut sampai ke Golgota.

Dalam perjalanan menuju Golgota, banyak orang mengikuti Yesus yang juga menangis dan meratapi penderitaan Yesus. Melihat tangis dan ratap mereka, dalam kitab Lukas 23:28, Yesus berkata: “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu!”

Sebenarnya Yesus mau menyampaikan, bahwa “sekalipun Aku menderita dan mati, Aku tidak perlu dikasihani dan mendapat rasa iba dari manusia, justru Aku mau mengatakan tangisi dan ratapilah dirimu, anak-anakmu, dan bangsamu karena dosa dan ketidakpercayaanmu, keluargamu, dan bangsamulah Aku menderita sengsara supaya kalian memperoleh pengampunan akan dosa dan ketidakpercayaan kalian.”

Saat ini, apa yang membuat kita menangis dan meratap? Apakah kita menangis, sedih, dan iba karena Yesus pernah menderita di kayu salib? Atau pergumulan kita? Saatnya kita harus mengubah arah ratapan dan tangisan kita. Kita harus menangisi dan meratapi jiwa-jiwa yang berdosa dan belum percaya kepada Yesus supaya mereka diselamatkan. Mungkin masih ada di antara keluarga kita yang masih hidup dalam dosa dan belum percaya kepada Yesus, doakanlah mereka, mintalah belas kasih Tuhan supaya mereka memperoleh keselamatan.

Doa: “Tuhan Yesus, aku berdoa selamatkanlah keluargaku, orang-orang disekitarku, dan negeriku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …