
MEMIKUL SALIB
Roma 6:1-14
Matius 16:24. “Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Rangkaian Paskah selalu diidentikkan dengan salib. Salib yang melambangkan penderitaan Tuhan Yesus, melalui penghinaan dan penyiksaan yang mengerikan sampai di atas kayu salib. Pengorbanan ini Dia lakukan agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).
Dalam ayat hari ini, kata salib yang disebutkan memiliki makna yang sama, yaitu penderitaan karena kerelaan untuk melepas hak-hak kebebasan kita sebagai hamba dosa dan menjadi hamba Kristus.
Namun saya melihat orang-orang yang salah memahami firman ini. Mereka memutuskan untuk tidak makan dan tidak minum dalam rangka berpuasa untuk merasakan betapa pedihnya penderitaan Tuhan Yesus selama menuju kayu salib. Tentu tidak ada yang bisa merasakan penderitaan Tuhan selama rangkaian itu dan Tuhan tidak menghendaki agar kita merasakan apa yang Tuhan rasakan. Tuhan ingin kita menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti-Nya, artinya ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus dan memutuskan untuk menjadi hamba-Nya, kita memutuskan untuk mati bagi dosa dan hidup untuk-Nya (Roma 6:11). Hidup yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan, sesuai dengan kehendak-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita rela melepaskan hak-hak kebebasan kita untuk menerima hak sebagai murid Yesus Kristus? Ketika kita tidak mau kompromi dengan dosa, ketika kita berteguh dalam kebenaran firman Tuhan meskipun teman-teman menjauhi kita, dunia tidak lagi mempromosikan kita, dan seketika kehidupan kita menjadi sepi dari dunia, itulah saat kita menyangkal diri, memikul salib, dan sungguh mengikuti Dia. Apakah kita siap untuk hidup bagi-Nya dan menolak segala kompromi atas dosa?
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau memikul salib dan hidup hanya untuk-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung