
HIDUP ORANG KRISTEN
Matius 10:34-42
Matius 10:38. “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.”
Salib menjadi lambang orang Kristen. Di balik penderitaan salib, kini salib mejadi aksesoris dan hiasan dinding. Meskipun begitu, bagi orang percaya, salib mengingatkan akan penderitaan Kristus yang menebus hidup manusia dari hukuman dosa. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita, bahwa setiap orang percaya punya salibnya sendiri untuk dipikul. Salib merupakan lambang penderitaan yang seharusnya dihidupi oleh pengikut Kristus. Memikul salib berarti bersedia dipermalukan oleh dunia. Memikul salib berarti menapaki jalan kematian ragawi. Mengikuti Yesus berarti mengambil jalan yang berbeda dengan dunia.
Kita tidak menjauhkan diri dari keduniawian bak para petapa. Justru keunggulan orang Kristen adalah berada di tengah-tengah dunia ini, tetapi tidak serupa dengan dunia ini. Ketika bekerja, kita melaksanakannya dengan cara, tindakan, tujuan, dan motivasi sesuai dengan nilai-nilai etika Kerajaan Allah, bukan nilai kerajaan dunia. Jika bagi dunia, nilai-nilai Kerajaan Allah yang kita junjung itu adalah kebodohan membuat kita terhina, menderita, dan teraniaya secara fisik, mental, dan psikologis, semua itu adalah layak untuk dipikul. Kita tidak hanya hidup dalam penderitaan, tetapi juga menghidupi penderitaan sebagai bagian dari konsekuensi logis dari pilihan mengikut Kristus.
Sebagai pengikut Yesus, kita harus selalu menyadari adanya dua sisi kehidupan umat Kristen, yaitu sisi kekuatan-kemuliaan dan sisi penderitaan-pelayanan. Gereja diminta selalu menjaga keseimbangan antara kemuliaan Allah dan pelayanan Allah. Siap sedialah untuk menderita dan dibenci karena Injil, sehingga kita layak bagi kerajaan Allah.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Aku mau layak bagi-Mu. Beri aku kesanggupan untuk memikul salibku dan memuliakan Engkau. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung