
PENJAHAT?
Ayat: Lukas 23:41-43 (TB)
Lukas 23: 42-43. “Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja. Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Pada umumnya orang baru mempercayai kata-kata yang diucapkan seseorang kepadanya sebagai suatu kebenaran sesudah ia menyaksikan bukti dari kata-kata tersebut secara kasat mata. Iman di dalam Alkitab melampaui rasa percaya yang seperti itu. Karena iman yang diajarkan di dalam Alkitab adalah mempercayai janji Tuhan, walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut secara kasat mata.
Dengan kata lain, iman yang sejati adalah mempercayai janji Tuhan walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut. Iman yang seperti itulah yang akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang hidup di dalam-Nya.
Penjahat ini diselamatkan di detik-detik terakhir hidupnya, saat ia hampir jatuh ke dalam cengkeraman tangan Iblis. Dalam pengakuan dosanya, dia menyatakan pertobatannya. Dan permintaannya selanjutnya memperlihatkan imannya terhadap Tuhan Yesus Kristus. Ia dengan rendah hati meminta agar Tuhan Yesus mengingatnya. Imannya mampu melihat Kristus datang sebagai Raja.
Dari kisah pertobatan penjahat ini, kita dapat belajar, bahwa segala perbuatan baik kita tidaklah menyelamatkan sama sekali. Keselamatan hanya diperoleh melalui beriman pada apa yang telah dan akan Tuhan Yesus kerjakan.
Iman yang sejati adalah mempercayai janji Tuhan walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut.
Doa: “Tuhan, tambahkanlah dan teguhkanlah imanku kepada-Mu. Sehingga dengan demikian aku dapat berjalan dengan bergantung kepada firman-Mu dan bukan dengan apa yang aku lihat di sekitarku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung