
RAJA MENDERITA
Zakharia 9:9-10
Matius 21:5. “Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.”
Bangsa Israel mengharapkan seorang raja keturunan Daud yang dahsyat. Mereka berharap raja itu akan menghancurkan bangsa asing yang menindas bangsa Israel. Selain itu, mereka juga berharap Sang Raja mendirikan kembali kerajaan Daud secara fisik di bumi. Namun rupanya, bukan itu yang dinubuatkan Zakharia tentang Mesias. Menurut Zakharia, Mesias itu sesungguhnya adalah raja yang menderita.
Ia memberikan empat gambaran tentang Raja tersebut. Dia adalah adil, jaya, lemah lembut, dan mengendarai seekor keledai. Kata “adil” menunjukkan bahwa Ia akan menegakkan hukum di antara bangsa-bangsa, seperti tertulis dalam Yes 42:1,3,4. Kata “jaya” sebenarnya dituliskan dalam nuansa pasif sehingga lebih tepat diterjemahkan dengan “diselamatkan”. Artinya, sudah tersirat bahwa Sang Mesias perlu diselamatkan oleh Tuhan. Namun, Dia diselamatkan bukan dari dosa, tetapi dari penganiayaan yang diterima-Nya. Kata “lemah lembut” lebih tepat diterjemahkan sebagai “dianiaya”. Ini menegaskan bahwa Mesias akan menderita. Raja yang menunggangi seekor keledai menggambarkan keadaan negeri sedang damai. Artinya, ini adalah gambaran bahwa Mesias adalah Raja Damai.
Dengan demikian, Zakharia memberikan gambaran yang menarik. Dalam nubuatannya, Mesias ternyata seorang raja yang akan mengalami penganiayaan sebelum menjadi Raja Damai. Akan tetapi, Ia akan diselamatkan oleh Tuhan. Hingga pada akhirnya, Ia akan memerintah atas seluruh bumi sebagai Raja Damai. Kita bisa melihat bagaimana nubuat ini tergenapi. Setidaknya, itu terbukti lewat peristiwa Yesus ketika memasuki Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai.
Biarlah hal ini membuat kita semakin menghargai apa yang telah digenapi oleh Yesus. Semua itu untuk memberikan kita kerajaan yang damai kekal.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk pengorbanan Tuhan Yesus. Aku mau menghargainya dengan hidup berkenan bagi-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung