Renungan Harian, 08 April 2019

DARAH YESUS

Yesaya 53:2-11

Kejadian 3:7. “Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.”

Apa yang terjadi di Golgota, terlalu ngeri untuk dilukiskan. Para serdadu Romawi tidak membiarkan tubuh Yesus tertutup sehelai kainpun, atau secarik cawat demi kesopanan, seperti yang digambarkan pada banyak lukisan. Yesus itu benar-benar telanjang. Tuhan Yesus menutupi ketelanjangan tubuh-Nya dengan darah-Nya sendiri yang suci dan mahal. Bahkan tak secuil kain pun bisa menutupi-Nya. Sebaliknya, kita boleh menutupi ketelanjangan kita dengan darah-Nya yang kudus. Pendamaian yang benar-benar sempurna !

Dosa telah menelanjangi kita, manusia berusaha membenarkan diri agar layak di hadapan Allah. Namun, kita tak mampu menyembunyikan dosa-dosa kita dan tidak sesuatu pun yang terselubung di hadapan-Nya. Allah menyediakan darah Putera-Nya untuk menutupi ketelanjangan kita. Ia akan memberikan jubah kebenaran-Nya kepada kita, setelah menerima penyucian oleh darah-Nya yang mulia. Sungguh mulia kebenaran yang agung itu

Tuhan Yesus mempersembahkan darah-Nya melalui penyaliban. Sebuah mahkota duri diletakkan di atas kepala-Nya dengan kasar. Duri-duri panjang dan tajam menusuk kulit kepala-Nya, sehingga kepala-Nya terluka dan tetesan-tetesan darah menyembur keluar, mengalir membasahi kepala-Nya. Paku-paku besar dan tajam ditancapkan pada kedua telapak tangan Yesus, dan darah-Nya tertumpah.  Tombak menikam lambung-Nya. Paku-paku besar menembus kaki-Nya dan darah-Nya mengalir. Darah-Nya yang mengalir demi menebus manusia dari hukuman dosa.

Wajah-Nya mengerikan untuk dipandang dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkannya.  Allah memberikan yang terbaik yang ada pada-Nya, Putera-Nya, korban-Nya yang sempurna.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, terima kasih untuk darah-Mu yang kudus yang membebaskan aku dari hukuman dosa. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …