
SALIB-NYA
Lukas 23:33-48
Lukas 23:43. “Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Salib adalah satu bentuk penghukuman yang ditujukan untuk mendatangkan kematian melalui kesakitan, dan hinaan karena orang dipermalukan di depan umum supaya tidak melakukan kejahatan yang sama.
Salib untuk kedua penjahat merupakan satu hal yang setimpal dengan apa yang telah mereka lakukan. Merupakan bayaran yang setimpal atas apa yang mereka perbuat, tetapi bagi Yesus, salib adalah untuk menebus dosa manusia, mengangkat sakit penyakit dan untuk mendamaikan kita dengan Bapa di sorga. Itu sebabnya Dia disalibkan. Dalam 2 Korintus 5:18-19 dikatakan … Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus…
Ketika salah satu penjahat yang disalibkan bersama Yesus mengakui Yesus sebagai Anak Allah, sebagai Tuhan yang sanggup menyelamatkan dirinya dengan satu doa yang disampaikan kepada Yesus saat itu, maka saat itu juga ia mengalami pengampunan, penebusan. Padahal ia belum pernah mengenal Yesus, belum pernah beribadah, belum pernah memberi persembahan dan melakukan pelayanan, belum dibaptis. Tetapi di saat akhir hidupnya, ketika ia mengakui kepribadian Yesus sebagai anak Allah, maka Yesus menjamin hidupnya dengan perkataan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
Satu pernyataan yang menunjukkan kebesaran hati dan kuasa Kristus. Kasih agape yang tidak memperhitungkan pelanggaran dan kesalahan sebelumnya. Oleh sebab itu, akuilah Dia sebagai perantara Anda dengan Bapa, akui salib-Nya yang adalah bukti pengorbanan yang didasarkan karena kasih-Nya kepada kita, bukan karena Dia layak dihukum seperti dua penjahat di samping-Nya. Hari ini juga Anda akan mengalami penebusan, pengampunan dan pendamaian dengan Bapa di sorga. Haleluya!
Doa: “Kami percaya, bahwa Engkau adalah Juruselamat dan Tuhan kami. Terima kasih untuk penebusan, pengampunan dan pendamaian dengan Bapa, lewat karya salib-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung