
Stroke terjadi ketika otak tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang dibutuhkan. Hal ini dapat terjadi akibat adanya sumbatan di pembuluh darah atau dapat pula disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Apapun penyebabnya, kejadian stroke akan segera diikuti dengan kematian sel-sel otak. Sejak gejala stroke pertama muncul, 2 juta sel otak akan mati setiap menitnya. Akibatnya bila tidak mendapatkan penanganan secepatnya, otak dapat mengalami kerusakan permanen, kecacatan dan bahkan kematian. Seberapa cepat penderita stroke mendapatkan penanganan medis akan menentukan keberhasilan pengobatan dan seberapa berat kerusakan otak serta gejala sisa yang mungkin menetap.
Kenali gejala awal stroke pada diri sendiri maupun orang lain dengan FAST test (Face, Arm, Speech, Time):
Face (wajah): salah satu sisi wajah yang mencong/miring.
Arm (lengan): salah satu lengan yang jatuh/lemas/ sulit diangkat
Speech (bicara): suara menjadi rero atau tidak jelas.
Time (wakt): catat waktu kejadian dan segera ke Rumah Sakit terdekat.
Adapun gejala-gejala stroke yang mungkin ditemukan: baal atau kelumpuhan pada wajah, lengan, kaki, terutama di satu sisi; tampak kebingungan atau sulit memahami orang lain, sulit berbicara, sulit untuk melihat dengan sebelah atau kedua mata, sulit untuk berjalan dengan seimbang, dapat pula disertai muntah-muntah, cegukan, kesulitan untuk menelan, pusing atau limbung, sakit kepala hebat tanpa alasan dan tiba-tiba.
Hal-hal yang perlu diperhatikan apabila menemukan penderita dengan gejala-gejala dicurigai stroke adalah: pastikan apakah penderita sadar atau tidak, posisikan kepala lebih tinggi, longgarkan jalan nafas terbuka, tidak memberi makan/minum/obat penderita untuk menghindari tersedak, dampingi penderita untuk mengurangi kecemasannya.
Semakin cepat dan tepat penanganan awal stroke akan menetukan semakin baik hasil akhirnya, maka penting untuk mengenali gejala awal stroke dan apabila dicurigai stroke segeralah bawa penderita ke Rumah Sakit.
Oleh: dr. Imelda Variastuty
GBI Pasir Koja 39 Bandung