Bahan Care Cell April 2019

PASKAH

Pertemuan 1

The Lord, Have Mercy on Me (Tuhan, Ampunilah Aku) (Luk. 23:33-35)

Pendahuluan

            Allah dilukiskan oleh pemazmur sebagai pribadi yang baik dan suka mengampuni. “Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.” (Mzm. 86:5).

            Allah mengampuni kita berdasarkan kekayaan kasih karunia-Nya yang telah ditunjukkan melalui darah Tuhan Yesus yang telah ditumpahkan di kayu salib. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Ef. 1:7).

Untuk menggambarkan betapa besarnya pengampunan yang diberikan Allah kepada kita dan karenanya kita pun wajib mengampuni orang yang bersalah kepada kita, Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan tentang hamba yang berhutang 10.000 talenta pada raja (Mat. 18:21-35).

Isi

  1. Karena Allah telah dengan murah hati mengampuni kita, maka kita pun wajib mengampuni orang yang bersalah kepada kita (Ef. 4:32). Itu sebabnya kita tidak boleh mendendam terhadap siapa pun, termasuk orang yang telah menyakiti atau melukai kita.
  2. Kalau Allah telah dengan murah hati mau mengampuni kita, bukan berarti kemurahan-Nya memberikan kebebasan untuk kita berbuat dosa. Justru kita harus mensyukuri pengampunan yang telah diberikan kepada kita dengan hidup di dalam ketaatan (Rm. 6:1-2; 11-13).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Menurut 1 Yohanes 1:9, apakah yang harus kita lakukan apabila kita berdosa?
  2. Apakah perintah yang diberikan kepada kita lewat Amsal 28:13?

Pertemuan 2

The Greatest Sacrifice (Pengorbanan Terbesar) (Rm. 5:1-11; Yoh. 15:13)

Pendahuluan

Di dunia ini kita bisa menemukan banyak kisah tentang pengorbanan seseorang bagi keselamatan orang lain seperti yang dilakukan oleh Oleg Ivanovich Okhrimenko, seorang perwira senior, dianugerahi gelar “Pahlawan Federasi Rusia” karena aksi kepahlawanannya yang benar-benar mengagumkan. Pada suatu hari, Oleg dan timnya harus menghadapi kriminal yang dapat disebut ‘kriminal gila’, dilengkapi dengan pistol dan granat dan seorang sandera wanita.

Pada saat kriminal tersebut berhasil melewati barikade polisi, Tim Pasukan Khusus Rusia langsung coba melucutinya. Karena sadar akan bahaya yang datang, kriminal tersebut melempar granat yang ia punya. Oleg yang menyadari bahaya tersebut langsung lompat ke atas granat tersebut dan menimpa granat itu dengan badannya dan membuat badannya sebagai penahan ledakan. Dengan tindakannya tersebut ia berhasil menyelamatkan anggota timnya, orang-orang di sekitarnya, sandera wanita dan bahkan para pelaku kriminal tersebut. Namun tubuh Oleg sendiri hancur berkeping-keping.

Isi

            Pengorbanan Yesus di kayu salib (1 Ptr. 2:24) adalah pengorbanan terbesar yang pernah terjadi di alam semesta ini. Oleg Ivanovich berkorban hanya untuk keselamatan segelintir orang, tetapi Yesus untuk keselamatan semua manusia (1 Yoh. 2:2).  Oleg Ivanovich hanya menyelamatkan hidup segelintir orang sementara dalam satu peristiwa saja, tetapi Yesus menyelamatkan orang yang percaya kepadanya dalam setiap waktu sampai kekekalan. Menurut Alkitab, pengorbanan Yesus di kayu salib:

  1. Membuat kita mendapatkan pengampunan dosa (Ibr. 9:22)
  2. Kesembuhan dari dosa, kutuk dan sakit penyakit (1 Ptr. 2:24)

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Mintalah setiap anggota care cell untuk mengungkapkan menurut pendapat sendiri, tentang apakah arti pengorbanan Yesus di kayu salib bagi kehidupan mereka secara pribadi!
  2. Jika masih ada anggota care cell yang belum yakin akan keselamatannya, maka pemimpin cell dapat membimbing mereka secara pribadi setelah pertemuan cell selesai!

Pertemuan 3

Love from The Cross (Mat. 27:32-44)

Pendahuluan

            Pada tahun 2013  lalu terjadi kecelakaan yang melibatkan sebuah kapal di sebuah daerah. Kapal itu membawa tiga puluh orang yang baru saja menghadiri perayaan ekaristi pemberkatan sebuah Gereja baru. Sepuluh penumpang tewas. Salah satunya adalah seorang katekis yang selamat dari kecelakaan tetapi mengorbankan hidupnya sendiri untuk seorang imam muda yang bertugas di parokinya. Imam muda itu tidak bisa berenang dan ia tidak memiliki jaket pelampung. Melihat imam muda itu mulai tenggelam, katekis itu berenang ke arahnya dan memberikan jaket pelampungnya sendiri sehingga imam itu bisa memakainya sebagai gantinya. Pada saat itu gelombang susulan yang sangat kuat muncul dan menyeret katekis itu jauh dari imam itu. Ketika gelombang menyeretnya pergi, katekis itu berteriak kepada imam muda itu: “Pastor, kita akan bertemu lagi di surga!” Katekis itu tenggelam dan meninggal, sedangkan imam muda itu selamat.

Isi

Kisah di atas adalah kisah tentang kasih yang membuat seseorang rela berkorban bagi keselamatan orang lain. Demikian juga halnya kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Salib adalah bukti kasih Allah yang tiada batas.

  1. Di kayu salib kita melihat, bahwa Allah rela melakukan segala sesuatu termasuk mengorbankan anak-Nya sendiri supaya kita orang berdosa diselamatkan (Yoh. 3:16-17).
  2. Di kayu salib kita melihat bahwa Allah telah mengorbankan segala-galanya, termasuk meninggalkan kemuliaan sorga, mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba yang menderita untuk menebus kita manusia berdosa (Fil. 2:6-8).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Jika salib adalah bukti kasih Allah terhadap orang berdosa, maka dosa terbesar adalah menutup pintu hati kita bagi Allah dan bagi kasih-Nya! Menurut pendapat Anda, apakah pernyataan ini dapat dibenarkan! Sharingkan!
  2. Menurut Anda, bagaimanakah caranya agar Anda menerima kasih Allah di dalam hati Anda secara pribadi?

Pertemuan 4

Kebangkitan Kristus Membangkitkan Orang Percaya (Yoh. 11:17-27)

Pendahuluan

            Yesus tiba di Betania empat hari setelah Lazarus dimakamkan. Ia segera menemui Marta, adik Lazarus, untuk menghiburnya. “Seandainya engkau ada di sini,” kata Marta kepada Yesus, “saudaraku pasti tidak mati.” (Yoh. 11:17, 21). Yesus menjawab Marta, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh. 11:25).

            Untuk membuktikan kata-kata-Nya, Yesus mendekati makam Lazarus dan berseru, “Lazarus, marilah keluar!” (Yoh. 11:43). Dan keluarlah Lazarus dari dalam kubur disaksikan orang-orang yang tercengang dan terbelalak.

Isi

            Melalui peristiwa dibangkitkannya Lazarus dari kematian, kita dapat menarik beberapa pelajaran rohani:

  1. Yesus memiliki kuasa atas kematian, dan kematian tidak berkuasa atas Yesus (Why. 1:18)

Itu sebabnya, Yesus dapat dengan mudah membangkitkan orang-orang dari kematian, seperti yang terjadi atas Lazarus.  Alkitab berkata bahwa kelak semua orang mati yang percaya kepada Yesus akan dibangkitkan dari kematian (1 Tes. 4:16). Walaupun Tuhan Yesus mengalami kematian di kayu salib, tetapi kematian tidak dapat menahan-Nya, Ia bangkit pada hari yang ketiga, karena kematian tidak berkuasa atas-Nya.

  • Jika orang yang percaya kepada Yesus kelak akan dibangkitkan dari kematian, itu berarti kematian bukanlah akhir segala-galanya.

Ada kehidupan sesudah kematian. Orang percaya akan hidup bersama dengan Allah di dalam kekekalan setelah kematian karena Tuhan Yesus menyediakan tempat bagi mereka di rumah Bapa (Yoh. 14:1-3).

Pertanyaan dan Penerapan

  1. Ajaklah setiap anggota cell untuk merenungkan betapa dahsyatnya kuasa yang dimiliki oleh Yesus. Jika Yesus memiliki kuasa atas kematian apalagi atas aspek-aspek lain di dalam kehidupan kita!
  2. Mintalah setiap anggota cell, untuk merenungkan bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan dan dikuatirkan di dalam hidup ini. Karena Yesus yang empunya kehidupan kita! Haleluya.

Oleh: Pdp. Dr. Ferry Simanjuntak

Check Also

Care Cell Mei

ROH KUDUS

Oleh: Pdm. N. Tonny Saputra I.Be and Stay Humble (Bersikap Tetap Rendah Hati) Matius 5:3; …