
SELALU BERPIKIR POSITIF
Kolose 3:5-17
Kolose 3:16. “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
Setiap ada siswa yang tidak tertib ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, saya selalu memberikan hukuman edukatif (mendidik). Sebelum dan sesudah memberikan hukuman, saya memberikan penjelasan tentang alasan mengapa siswa tersebut harus menerima tindakan disipliner.
Tindakan ini dilakukan agar setiap siswa memahami serta menaati peraturan sekolah dengan baik. Peraturan tertulis biasanya diabaikan, tetapi lebih mendarat jika dialami. Di bagian lain, saya sedang menanamkan pola pikir positif kepada setiap siswa yang Tuhan titipkan untuk dididik.
Alkitab memberikan prinsip-prinsip umum yang mengizinkan orang percaya yang dipimpin oleh Roh Kudus untuk menentukan benar atau tidaknya tindakan yang dilakukan. Perkataan Kristus (yaitu Alkitab) harus selalu dibaca, dipelajari, direnungkan, dan didoakan sehingga diam di dalam kita dengan segala kekayaannya. Bila ini menjadi pengalaman kita, maka pikiran, perkataan, perbuatan, dan motivasi kita akan dipengaruhi dan dikuasai oleh Kristus (Mazmur 119:11; Yohanes 15:7).
Wujud dari perkataan Kristus dalam diri kita adalah sejauh mana kita bisa memiliki pikiran positif. Pikiran positif yang bisa terbaca oleh semua orang misalnya selalu mengucap syukur dalam segala keadaan, mau mengampuni, memiliki sikap peduli terhadap orang lain. Pikiran inilah yang bisa memberikan dampak positif dan bisa ditularkan kepada orang lain.
Belum terlambat untuk memulai sesuatu yang baik, marilah kita belajar berpikiran positif, dimulai dari selalu mengucap syukur dalam segala hal. Selanjutnya memiliki sikap peduli kepada orang lain khususnya mereka yang sedang membutuhkan pertolongan. (NK).
Doa: “Kami mau belajar untuk terus memiliki pikiran yang baik seperti yang Engkau kehendaki, ya Bapa.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung