Renungan Harian, 24 Maret 2019

TERSINGGUNG

Matius 26:57-68

1 Petrus 2:23. “Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.”

Tidak jarang orang merasa tersinggung, baik itu melalui perkataan maupun tingkah laku orang lain yang tidak ia sukai. Seseorang tersinggung karena merasa dirinya dipersalahkan atau direndahkan, keakuannya terluka. Lebih dalam lagi seseorang bisa tersinggung karena ia memiliki luka dan luka tersebut begitu dipelihara olehnya seakan luka itu tidak dapat disembuhkan. Perlakuan orang lain dapat membuat luka itu tersentuh dan ia merasa tersinggung.

Seseorang yang rendah hati pasti memiliki hati yang lemah lembut dan hancur di hadapan Tuhan, oleh sebab itu ia tidak akan tersinggung. Seorang hamba tidak akan tersinggung karena ia tidak memiliki hak apa pun, sementara tuan merasa dirinya harus dihormati dan berhak untuk hal-hal yang ia inginkan. Bukankah Allah meminta kita untuk memiliki hati sebagai hamba?

Orang-orang yang tersinggung dan membiarkan dirinya hanyut dalam ketersinggungan, dapat membenci dan mengkhianati. Ia bersikap sebagai tuan, merasa dirinya adalah orang yang penting, dan menganggap wajar ketika ia mengkhianati atau membenci karena hatinya sudah tersinggung. Jelas ini adalah sebuah tipuan dosa yang akan terus membuat lubang semakin besar dan dalam.

Tuhan Yesus mengalami hinaan yang luar biasa, tetapi Ia mengerti bahwa kehadiran-Nya di dunia adalah sebagai Hamba yang harus melaksanakan kehendak Bapa. Ia tidak membiarkan diri-Nya tersinggung, justru Ia diam dan memohonkan pengampunan bagi mereka yang telah menghina-Nya.

Mari pahami, bahwa setiap kita adalah hamba Tuhan. Hamba tidak memiliki hak untuk dihormati dan mengerti bahwa kita memiliki Tuan yaitu Allah sendiri. Jika Anda mengalami suatu luka yang membuat Anda mudah tersinggung, mintalah jamahan Tuhan, karena hanya jamahan-Nya yang mampu memulihkan segala luka Anda.

Doa: “Sesungguhnya kami ini hamba-Mu, ya Allah. Jadilah pada kami seperti yang Kau mau. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …