Renungan Harian, 21 Maret 2019

KEMOCENG

1 Petrus 3:8-12

1 Petrus 3:10. “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.”

Ini adalah kisah inspiratif tentang bahayanya lidah. Seorang murid meminta maaf kepada guru yang telah difitnahnya.

Gurunya bertanya, “Apakah kamu punya sebuah kemoceng?”

“Ya,” jawabnya. “Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu kemari. Sepanjang perjalananmu tolong cabuti bulu-bulu dari kemoceng itu dan hamburkan ke udara. Kamu akan belajar sesuatu darinya.” Minta sang guru.

Keesokan harinya, sang murid menemui Gurunya dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulu pun pada gagangnya. Ia segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada sang Guru. Sang Guru berkata, “Pulanglah kembali menempuh jalan yang sama dan pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng itu.”

Sepanjang perjalanan pulang, sang murid berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng itu. Betapa sulit menemukannya setelah tertiup angin.

Meskipun benar-benar menyesali dan berusaha memperbaikinya, fitnah-fitnah itu seperti bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Perkataan fitnah bisa terbawa ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kita duga. Kita tak bisa menghentikan semua itu! Kata-kata yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendali, tak bisa dibungkus lagi dalam sebuah kotak besi untuk kita kubur dalam-dalam, sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Meskipun telah dimaafkan sepenuh hati, fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kita tak bisa membayangkan ujung dari semuanya.

Jagalah perkataan kita untuk tidak menyakiti orang lain tetapi memberkati.

Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Ampuni segala kebodohanku. Aku mau berhati-hati menggunakan lidahku. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …