
KOMUNIKASI DENGAN REKAN SEPELAYANAN
1 Korintus 1:10-17
1 Korintus 1:10. “Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.”
Dalam pelayanan, tidak bisa dipungkiri jika kita akan mengalami benturan dengan rekan sepelayanan kita, masalahnya adalah bagaimana kita menyikapinya. Sebagai anggota tubuh Kristus kita harus menyadari peran masing-masing. Dalam Alkitab dicatat adanya pelayanan yang kurang harmonis dalam kebersamaan karena ada motivasi yang kurang murni dalam melayani. Beberapa di antaranya adalah:
- Jemaat Korintus senang membentuk kelompok-kelompok, sehingga tidak ada kesatuan (1 Kor. 1:10-17).
- Motivasi dari beberapa pemberita Injil yang justru bermaksud memperberat pemenjaraan Rasul Paulus (Fil. 1:17).
- Motivasi pelayanan untuk lebih menyenangkan hati manusia daripada hati Tuhan (Gal. 1:10).
Oleh sebab itu kita harus memiliki sikap yang baik dan benar terhadap rekan sepelayanan kita, yakni :
- Menghargai sesama rekan sepelayanan, apa pun profesi dan bentuk pelayanannya, bahkan menganggap orang lain lebih utama (Fil. 2:1-4).
- Mempunyai sikap saling membutuhkan, baik dalam saling tukar menukar informasi, mendoakan, menolong dan memberi penghiburan (Gal. 6:2).
- Mau bersikap terbuka tanpa takut terluka dalam menyelesaikan masalah yang timbul dalam pelayanan; bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf, dan juga bersedia mengampuni mereka yang bersalah.
- Bersikap mau menegur dalam kasih apabila melihat atau mendengar ada rekan sepelayanan yang menyimpang dari kebenaran firman Tuhan (Ams. 28:23).
Sebagai suratan terbuka di hadapan Tuhan, bagaimana cara kita menyikapi masalah dan menyelesaikannya akan menjadi teladan bagi rekan pelayanan lain. Bersediakah Anda merendahkan hati untuk menyelesaikan masalah yang ada?
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau merendahkan diri dan menganggap yang lain lebih penting dari diri kami sendiri, agar kesatuan dalam pelayanan dapat tercipta. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung