
BICARAKAN DENGAN TUHAN
Matius 11:28-30
Yakobus 4:1-2. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
Konflik akan selalu hadir dalam kehidupan Anda. Masalahnya apa yang biasa Anda lakukan ketika konflik datang? Saran saya, diskusikanlah masalah Anda dengan Tuhan. Jika Anda mendoakan konflik ini terlebih dahulu ketimbang menggosipkannya kepada teman, Anda akan sering mendapati, bahwa Tuhan mengubah hati Anda atau sebaliknya, mengubah orang yang tengah berkonflik dengan Anda.
Semua hubungan Anda dengan orang lain akan berjalan lebih lancar seandainya Anda lebih giat mendoakannya. Seperti yang dilakukan raja Daud, ia memakai doa untuk berbicara dengan Tuhan. Sampaikan pada Tuhan rasa frustasi Anda. Menangislah kepada-Nya. Dia tidak akan pernah terkejut atau marah karena kemarahan, sakit hati, kecemasan, atau emosi-emosi lainnya. Maka ungkapkanlah kepada-Nya bagaimana perasaan Anda.
Sebagian besar konflik berakar dari kebutuhan yang tak terpenuhi, dan beberapa dari kebutuhan ini hanya bisa dipenuhi oleh Tuhan. Bila Anda mengharapkan seseorang seperti teman, pasangan, pendeta, atau anggota keluarga Anda untuk memenuhi kebutuhan yang hanya bisa dipenuhi oleh Tuhan, artinya Anda sedang menyetel diri Anda untuk kekecewaan dan kepahitan. Ada banyak kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi oleh Tuhan. Sayangnya, ketimbang datang kepada Tuhan, kita malah datang kepada orang lain untuk membuat kita senang, tetapi kemudian marah saat mereka gagal membuat hati kita senang.
Tuhan berkata, “Mengapa kamu tidak datang kepada-Ku terlebih dulu?”
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus, ampuni aku bila tidak melibatkan Engkau dalam setiap konflik yang aku hadapi. Aku mau percaya kepada-Mu untuk setiap konflik yang aku hadapi. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung