
INISIATIF
Roma 12:14-21
Matius 5:23-24. “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.”
Konflik bisa saja terjadi. Konflik bukan hal yang harus dibiarkan, tetapi harus dibereskan. Cara pemulihan hubungan ialah dengan mengambil inisiatif. Memulihkan persekutuan yang renggang sangatlah penting, Yesus memerintahkan agar hal itu harus menjadi prioritas utama dalam persekutuan anak-anak-Nya. Ketika ada ketegangan dan kerusakan dalam hubungan Anda dengan seseorang, maka segera rencanakan sebuah penyelesaian konflik. Jangan menunda-nunda, jangan membuat alasan. Atur pertemuan Anda dengan orang tersebut sesegera mungkin. Sebab penundaan hanyalah memperdalam kebencian dan memperburuk keadaan.
Di dalam konflik, waktu tidak akan menyembuhkan apa pun, justru hanya akan menyebabkan luka bertambah busuk.
Bertindak cepat juga mengurangi kerusakan spiritual Anda. Alkitab mengatakan bahwa dosa, begitu juga konflik yang belum terselesaikan, menghalangi persekutuan kita dengan Tuhan dan menghambat jawaban atas doa Anda, selain menyebabkan kita menderita. Sahabat-sahabat Ayub yang dulu menghinanya membuat Ayub ingat, “Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil; (Ayub 5:12) dan “Engkau yang menerkam dirimu sendiri dalam kemarahan, demi kepentinganmukah bumi harus menjadi sunyi, dan gunung batu bergeser dari tempatnya?” (Ayub 18: 4).
Keberhasilan sebuah pertemuan damai sering kali bergantung pada pemilihan waktu dan tempat yang tepat untuk bertemu. Jangan bertemu saat Anda lelah, terburu-buru, atau mudah terganggu. Waktu terbaik adalah saat Anda berdua sedang dalam kondisi terbaik.
Doa: “Bapa di dalam nama Yesus. Beri aku hati dan kekuatan untuk menyelesaikan setiap konflik dalam hidupku dengan sesamaku. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung