
MENGASIHI ALLAH
1 Yohanes 4:7-21
Matius 5:46. “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?”
Ketika orang Kristen diberi pertanyaan, “Apakah kamu mengasihi Tuhan? Apa buktinya?” Maka mereka akan menjawab, “Ya, saya mengasihi Tuhan. Buktinya saya hadir di gereja setiap hari Minggu, memberikan persembahan dan persepuluhan, dan melayani.” Akan tetapi apa respon mereka saat diperhadapkan dengan orang-orang yang tidak mereka sukai atau tidak sependapat dengan mereka? Menghakimi? Menolak? Menghindar? Nampaknya parameter mengasihi Tuhan bagi sebagian orang adalah melakukan hal-hal agamawi.
Pada dasarnya mengasihi Tuhan berarti mengerti isi hati Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Saya tidak mengatakan, bahwa ibadah ke gereja, memberikan persembahan dan persepuluhan, serta melayani adalah sebuah hal-hal agamawi tanpa arti. Hal-hal tersebut juga menggambarkan keadaan hati kita terhadap Tuhan jika kita mengerti isi hati Tuhan. Namun, ada hal yang lebih dalam dari itu semua yaitu sikap hati yang mengasihi Dia.
Allah sendiri berkata bahwa Ia adalah kasih. Maka, kita seharusnya mengerti cara mengasihi Allah, yaitu dengan mengikuti cara-Nya mengasihi. Allah mengasihi semua orang dan kita bisa membuktikan bahwa kita mengasihi Allah dengan cara mengasihi sesama. Sesama bukan hanya yang sama agama, suku, pandangan, bahkan gereja. Sesama juga bukan hanya orang-orang yang berbuat baik kepada kita. Sesama adalah semua orang, terlepas dari perbedaan bahkan jika orang tersebut berbuat jahat kepada kita, dia tetap sesama kita.
Jadi, apakah kita siap membuktikan kasih kita kepada Allah dengan mengasihi orang yang berbuat jahat kepada kita?
Doa: “Tuhan Yesus, kami mau menyatakan kasih kami kepada-Mu dengan mengasihi sesama kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung