Dikuduskan untuk Menjadi Penuai

Tema Ibadah dan Perayaan Natal 2018 diangkat seiringan dengan tema tahunan GBI  Pasirkoja 39 Bandung yaitu “Tahun Penuaian Raya, Maximize the Harvester”. Tema ini untuk mengingatkan kita bahwa dengan hadirnya Yesus Kristus, kita dikuduskan dan dilayakkan bukan untuk diri sendiri namun untuk menjadi penuai jiwa-jiwa di sekeliling kita. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Bapak Ray Kaunang mengambil ayat  dari Yohanes 17:18-21 bahwa Kristus telah menjadi teladan pertama ketika Bapa mengutus Dia untuk lahir di dunia dan memberitakan keselamatan yang datang daripada-Nya. Begitu pun dengan kita yang  dikuduskan dan diutus untuk memberitakan kabar baik ini bagi orang di sekitar kita terutama keluarga.

Perayaan Natal 2018 dihadiri juga oleh  ketua Forum Kerukunan Umat Beragama kota Bandung, Bapak Dr. H. Ahmad Suherman, beliau  menyampaikan sambutan dan berpesan agar kita menjaga kerukunan dalam intra agama, antar agama, dan antara masyarakat beragama dengan pemerintah. Tentunya pesan ini perlu kita sambut dengan baik dan praktikkan dalam lingkungan bermasyarakat sehingga tercipta kerukunan dan kita sebagai orang Kristen dapat menunjukkan bahwa kasih Kristus ada dalam keseharian kita.

Nuansa Natal yang diangkat dalam perayaan Natal ialah Natal Klasik, dimana dalam perayaan ada waktu untuk merenungkan sejenak kasih dan kebaikan Tuhan ketika lagu “Malam Kudus” dinyanyikan dan lilin-lilin kecil dinyalakan. Pada sesi perayaan, PS.  Eukaristo membawakan pujian diikuti oleh koreografi yang bercerita tentang kasih Allah bagi manusia. Dikisahkan mengenai bagaimana Allah menciptakan manusia dengan sempurna dan mencukupi kebutuhannya, namun manusia tergoda dan memilih dosa yang membawanya kepada maut. Namun karena begitu besar kasih Allah bagi manusia, sehingga Ia datang sendiri ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari jeratan kuasa dosa. Manusia yang diselamatkan tentunya membawa rekan-rekan dan orang di sekitarnya untuk mengenal kasih Kristus itu sehingga sukacita penuaian dapat dirasakan bersama.

Semoga ibadah dan perayaan Natal lalu telah membawa kehangatan kasih dalam keluarga kita, bagaimana pun kondisinya. Kasih yang konsisten lah yang dapat mengalahkan segala sesuat, hati yang keras akan luluh oleh kasih kecil yang terus menerus dilakukan dengan konsisten.

Saya pribadi saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan dan mengucapkan terimakasih bagi seluruh jemaat GBI Pasirkoja, semua pihak yang terlibat, panitia, pengerja, sekretariat dan gembala atas dukungannya.

Tuhan Yesus memberkati.

Oleh: Ivan Stefanus

Check Also

Artikel Ibadah awal tahun 2026 copy

IBADAH AWAL TAHUN 1 Januari 2026

Oleh: Dedy Gunawan (Koordinator Komisi Kompas) Puji syukur kepada Tuhan Yesus,  Kamis, 01 Januari 2026, …