
DOA
Pertemuan 1
Kualitas Penyembah untuk Menghadapi Peperangan
(Ef. 6:10-18)
Pendahuluan
Semua orang percaya setiap hari menghadapi peperangan rohani, terhadap dosa, keakuan dan iblis. Tuhan Yesus sendiri telah mengalami pencobaan dan peperangan rohani seumur hidupnya, tapi Ia telah menang, dan Ia pasti akan membawa kita di dalam jalan kemenangan-Nya. Untuk mengalami kemenangan Tuhan telah mengaruniakan senjata-senjata rohani kepada kita, baik itu senjata untuk perlindungan maupun untuk menyerang.
Isi
Untuk menang dalam peperangan rohani ini, kita harus:
- Kuat secara rohani. Bagaimana supaya kita kuat?
- Dengan mendapat makanan rohani yang sehat yaitu firman Allah.
- Hidup dalam kekudusan. Kita kuat apabila kita kudus, seperti Israel menang apabila mereka kudus tetapi kalah saat berdosa. Contoh saat menghadapi kota Ai yang kecil mereka kalah karena tidak menjaga kekudusan
- Hidup dalam kesatuan dengan saudara seiman, tidak dalam perpecahan
- Mengenakan senjata untuk perlindungan
- Ketopong keselamatan – menjaga pikiran
- Baju zirah keadilan – menjaga hati
- Perisai iman – menjagai dari panah api intimidasi si jahat
- Ikat pinggang – selalu siap sedia untuk melayani
- Kasut kerelaan memberitakan Injil – selalu siap sedia memberitakan Injil
- Senjata untuk menyerang
- Pedang roh – yaitu firman Allah
- Doa peperangan yang terus-menerus
- Darah Yesus – adalah senjata untuk mengalahkan iblis
- Puji-pujian – adalah kekuatan untuk membungkam kekuatan musuh
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah satu atau dua orang anggota cell Anda untuk menceritakan peperangan rohani yang mereka alami dalam seminggu terakhir!
- Berdoalah bersama agar setiap anggota cell Anda hidup di dalam jalan kemenangan-Nya!
Pertemuan 2
Doa dengan Tulus (Prayer Sincerely)
(Yak. 4:1-3)
Pendahuluan
Allah senang menjawab doa. Dia menjawab doa Abraham supaya bisa punya keturunan. Dia menjawab doa Yakub agar berhasil dalam perjalanan hidupnya. Allah menjawab doa Musa sehingga air yang pahit berubah menjadi manis. Dia menjawab doa Simson pada waktu haus, sehingga dari bukit batu keluar air segar. Dia juga menjawab Elia sehingga hujan turun setelah masa kekeringan yang panjang. Dan Dia selalu menjawab doa Tuhan Yesus, sehingga 5.000 ribu orang diberi makan, yang buta dicelikkan matanya, yang sakit disembuhkan, yang mati dibangkitkan.
Isi
Menurut Yakobus, doa yang dijawab bukanlah berdasarkan banyaknya atau indahnya kata-kata. Bukan pula lamanya kita berdoa. Doa yang dijawab adalah bila dilakukan dengan:
- Tulus
Tulus artinya keluar dari hati yang bersih (suci), tidak bercabang atau tidak mendua hati, tidak mempunyai maksud atau agenda tersembunyi di dalam hati. Seperti meminta berkat dengan alasan supaya bisa memberkati orang lain padahal berkat itu mau dipakai untuk memuaskan hawa nafsu (Yak. 4:3). Dalam Mazmur juga dikatakan Tuhan tidak menjawab doa apabila ada niat jahat di dalam hati kita (Mzm. 66:18)
- Iman
Yakobus juga menekankan pentingnya iman saat berdoa (Yak. 1:6; 5:15). Ia memberikan contoh tentang Elia yang berdoa supaya hujan tidak turun dan hujanpun tidak turun selama 3 ½ tahun. Dan Elia berdoa pula supaya hujan turun dan hujanpun turun, padahal Elia hanyalah manusia biasa seperti kita, hanya ia berdoa dengan iman yang sungguh-sungguh (Yak. 5:17-18).
- Tekun
Doa juga harus dilakukan dengan tekun. Artinya terus-menerus pantang menyerah sampai Tuhan menjawab. Elia berdoa sampai tujuh kali barulah ada awan sekepal tangan tanda bahwa hujan pasti segera turun. Ia berdoa dengan tekun sampai sesuatu terjadi “Pray Until Something Happen” (PUSH)
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah satu atau dua anggota cell Anda untuk menceritakan bila ada doa-doa mereka yang belum juga dijawab. Dan mintalah mereka berpikir sejenak, apakah ada dosa yang menghalangi sehingga harus dibereskan atau Tuhan sedang mengajar mereka untuk tekun berdoa!
- Tuliskanlah pokok-pokok doa setiap anggota cell, dan adakanlah doa bersamaan secara serempak (konserdoa) sebagai penutup pertemuan cell Anda!
Pertemuan 3
Rahasia Doa yang Dijawab
(Luk. 18:1-8)
Pendahuluan
Dalam pertemuan sebelumnya kita sudah membahas bahwa Tuhan senang menjawab doa anak-anaknya. Hal itu ditegaskan kembali oleh Tuhan Yesus melalui perumpamaan seorang janda yang meminta pada seorang hakim yang lalim untuk membela perkaranya atau kasusnya di pengadilan.
Memang untuk sesaat hakim itu menolak. Tapi kegigihan janda tersebut yang pantang menyerah, akhirnya membuat hakim tersebut merasa terganggu juga sehingga ia membela dan memenangkan perkara janda tersebut di pengadilan.
Tuhan Yesus memberi perbandingan yang sangat kontras dalam perumpamaan ini. Kalau hakim yang lalim saja bisa berbuat seperti itu, apalagi Bapa kita di sorga. Ia adalah Bapa yang baik bagi anak-anak-Nya dan pasti segera menjawab doa dari anak-anak-Nya.
Isi
Melalui perumpamaan ini kita dapat belajar beberapa hal tentang bagaimana supaya doa kita dijawab. Untuk dijawab doa itu harus dilakukukan dengan:
- Spesifik
Sama seperti janda tersebut meminta hakim lalim tersebut untuk membela perkaranya yang spesifik. Kita pun harus berdoa kepada Bapa kita di sorga secara spesifik. Jangan sekedar mengatakan berkatilah saya Tuhan, tapi katakan berkat spesifik apa yang Anda minta, missal: butuh rumah yang dekat dengan tempat pekerjaan, dengan luas tanah dan bangunan secara spesifik dan kisaran harga spesifik pula.
- Percaya pada Allah
Janda tersebut tentu saja mengetahui rekam jejak hakim tersebut yang lalim dan tidak takut akan Allah. Tapi ia percaya walaupun begitu, pasti hakim tersebut bersedia memenangkan kasusnya di pengadilan. Demikian juga kita, kita harus percaya bahwa Allah bersedia menjawab doa dan permohonan kita.
- Pantang menyerah
Janda tersebut terus mendesak hakim yang lalim itu untuk memenangkan perkaranya. Demikian juga kita harus berdoa terus-menerus dengan tekun, pantang menyerah.
Pertanyaan dan Penerapan
- Mintalah satu atau dua anggota cell Anda bersaksi tentang jawaban doa yang baru-baru ini mereka terima dari Tuhan. Dan mintalah semua anggota cell satu persatu untuk menjelaskan pelajaran rohani apakah yang dapat disimpulkan dari ceritera tersebut!
- Berdoalah kembali untuk pokok-pokok doa yang sudah disebutkan minggu lalu, sehingga semua anggota cell berlajar berdoa dengan tekun – pantang menyerah!
Pertemuan 4
Roh Kudus Pemandu Doa Umat-Nya
(Rm. 8:26-28)
Pendahuluan
Orang percaya patut bersyukur bahwa pada saat berdoa, sebenarnya ia tidak berdoa sendirian. Bapa telah mengutus mitra doa bagi orang percaya, itulah Roh Kudus. Tanpa kehadiran Roh Kudus, mustahil bagi kita bisa berdoa dengan tulus, dengan iman, dengan tekun dan dengan spesifik. Karena itu, libatkanlah Roh Kudus selalu dalam doa-dosa saudara.
Isi
Bagaimana melibatkan Roh Kudus dalam kehidupan doa kita setiap hari?
- Saat akan berdoa mintalah agar Roh Kudus membimbing Anda
Paul Yonggi Cho, gembala Yoido Full Gospel Church bersaksi dalam bukunya: “Roh Kudus Adimitra Saya”, bahwa ia selalu meminta Roh Kudus untuk membimbingnya dalam doa.
Ketika ia bertemu dengan orang sakit, ia selalu meminta Roh Kudus untuk membimbingnya. Ada kalanya Roh Kudus membimbingnya untuk langsung menengking penyakit itu sehingga langsung sembuh. Tapi ada kalanya, Roh Kudus menyingkapkan kepadanya bahwa ada dosa di dalam hati orang sakit itu yang harus dibereskan terlebih dahulu jika ia mau disembuhkan.
- Senantiasa membuka hati untuk mendengar suara Roh Kudus
Jika kita mengembangkan sikap untuk terus dibimbing Roh Kudus, lama kelamaan hati dan telinga rohani suadara akan semakin peka mendengar suara Roh Kudus dan bimbingan-Nya.
Paul Yonggi Cho juga bersaksi tentang wanita kaya yang minta didoakan supaya bisnisnya berhasil. Tapi saat ia akan berdoa Roh Kudus justru mencegahnya, dan membimbingnya untuk menanyakan bisnis apa yang akan dijalankan wanita tersebut. Setelah ditanya, ternyata wanita kaya itu berencana untuk menjadi pemasok tembakau terbesar di Korea Selatan untuk pabrik-pabrik rokok. Roh Kudus berbicara pada Yonggi Cho untuk menyampaikan pada wanita itu bahwa bisnis tersebut tidak berkenan pada Tuhan., dan ia harus mengganti bisnisnya barulah ia dapat didoakan untuk menerima berkat dari Tuhan.
- Berdoa dengan bahasa Roh
Saudara juga perlu mengembangkan doa dalam bahasa Roh terus-menerus. Dengan doa bahasa Roh secara terus-menerus, Roh Kudus akan mencangkokkan pikiran dan perasaan-Nya menjadi pikiran dan perasaan Anda juga. Dengan demikian pikiran dan perasaan Anda menjadi seirama dengan pikiran dan perasaan Roh Kudus (Yudas 1:20).
Pertanyaan dan Penerapan
- Naikkanlah satu lagu penyembahan bersama-sama secara lembut, dan latihlah setiap anggota cell Anda untuk mendengar suara Roh Kudus di dalam hati mereka sementara mereka menyembah. Bila Roh Kudus menaruh suatu pesan di dalam hati mereka untuk didoakan, doronglah mereka untuk menyampaikannya sehingga semua anggota cell dapat mendoakannya!
- Sebagai sesi akhir dalam doa, mintalah setiap anggota cell untuk berdoa dengan bahasa Roh sesuai dengan bahasa yang dikaruniakan Roh Kudus pada mereka masing-masing!
Oleh: Ferry Simanjuntak
GBI Pasir Koja 39 Bandung