Renungan Harian, 08 Januari 2019

LEBIH BAIK

Yesaya 1:21-31

Roma 12:2. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Semua yang ada di dunia ini mengalami perubahan, baik atau buruk. Kita dipaksa berubah, bila tidak maka kita akan ketinggalan zaman. Perubahan terjadi dalam dunia politik, sosial, keagamaan, dan juga realitas hidup. Perubahan yang diharapkan tentu ke arah yang lebih baik. Namun, tidak sedikit perubahan membuat ke arah yang buruk.

Kitab Yesaya mencatat perubahan pada umat Yehuda. Hal itu tampak pada kata “tadinya” dan “tetapi sekarang”. Sayangnya, perubahan tersebut jauh dari keinginan Allah. Itu sebabnya Allah turun tangan mengembalikan umat Allah ke jalan yang benar, agar mereka hidup sesuai dengan kehendak Allah. Perubahan yang terjadi pada umat Allah diungkap secara gamblang, dulunya mereka pelaku keadilan dan kebenaran. Kini, mereka menerima suap serta mengabaikan hak anak-anak yatim dan para janda. Ketidakadilan dan ketidakbenaran menguasai kehidupan mereka. Yesaya menggambarkan perubahan itu dengan kalimat: dulu setia sekarang seperti seorang pelacur; dulu berharga seperti perak yang murni, tetapi kini perak itu tidak murni lagi karena bercampur air dan logam. Perak campuran tidak dapat disebut lagi sebagai logam mulia karena tidak berharga lagi. Perubahan yang salah arah itulah yang ingin diperbaiki oleh Allah.

Perubahan yang Allah lakukan dimulai dari pemimpinnya, mereka diproses menjadi pemimpin yang baik dan setia kepada Allah. Proses perbaikan itu tidak mudah dan menyakitkan, seperti memurnikan kembali perak dan membersihkannya dari unsur-unsur yang mengotorinya. Jika pemurnian selesai, maka perak dapat dibentuk menjadi benda berharga dan berfungsi dalam kehidupan. Perubahan dimungkinkan jika kita menjalin relasi intim dengan Allah yang membuat kita mampu mengenali dan mempercayai rencana-Nya yang akan menuntun arah perjalanan hidup kita.

Doa: “Bapa di sorga, aku mau Engkau bentuk sehingga hidupku berubah menjadi lebih baik. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …