
TENANG
Matius 10:16-33
Yesaya 55:8. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.“
Ada banyak ramalan tentang masa depan. Sekalipun ramalan itu ada yang terbukti, tetapi tak satupun yang dapat memastikan masa depan dengan pasti, baik kejadian maupun waktunya.
Tidak ada yang menjamin masa depan kita penuh harapan. Hanya Tuhan Yesus yang mengetahui dengan pasti dan jelas masa depan kita. Ia berdaulat, mengontrol dan mengetahui masa depan kita dengan pasti.
Memandang ke depan, kita mudah kuatir karena keterbatasan kita sebagai manusia. Dekat dengan Allah menjadikan kita tenang melihat masa depan kita. Kita bisa melihat jauh ke depan ketika mata kita melihat seperti Tuhan Yesus melihat. Apa yang dipandang manusia, bukan yang dilihat dan dipandang Tuhan Yesus.
Ini yang harus kita mengerti: kualitas hidup kita tidak tergantung pada lamanya kita hidup dalam melayani-Nya, tidak bergantung di mana kita melayani-Nya dan tidak bergantung pada berapa banyak harta atau berkat yang kita miliki. Kualitas hidup kita bergantung pada kehidupan yang memuliakan Tuhan Yesus. Hidup yang berfokus pada ketaatan, tunduk, ikut pada kehendak Tuhan. Semakin kita hidup dalam ketaatan pada pimpinan-Nya dan kehendak-Nya semakin kita memuliakan Tuhan.
Kalau kesusahan, penderitaan dan kematian karena ikut Yesus, beriman pada Yesus, maka kita harus tunduk dan taat pada kehendak-Nya. Ironisnya, pada umumnya kesusahan, penderitaan atau masalah yang kita hadapi bukan karena kita ikut Yesus atau melayani-Nya tetapi karena keteledoran atau kesalahan kita sendiri.
Biarlah kita memiliki pandangan Kristus dan hidup dalam kebenaran-Nya.
Doa: “Bapa di sorga ajar aku memandang masa depanku, seperti cara-Mu memandang. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung