SUKACITA PENUH
Yohanes 15:11-17
Yohanes 15:11. “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata sukacita diartikan ‘bersuka hati’ atau ‘bergirang hati’. Jelas bahwa sukacita sangat berkaitan dengan keadaan hati. Pertanyaannya apakah saat ini sukacita yang kita alami adalah benar-benar sukacita yang sejati atau sukacita yang palsu. Dengan kondisi dunia yang semakin sulit, sikap mementingkan diri sendiri atau egoisme yang semakin tinggi, sering kali kita melihat orang-orang di sekitar kita yang jangankan mengalami sukacita sejati, sukacita yang palsu saja mereka tidak alami, alias penuh dengan dukacita.
Banyak orang hidup dalam sukacita palsu, alias sukacita yang dibuat buat agar terlihat sukacita. Padahal jelas, bahwa sukacita adalah berkaitan dengan kondisi hati, yaitu hati yang penuh dengan kesukaan dan kegirangan. Bagaimana sukacita kita menjadi penuh? Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya mengenai suatu perintah, yaitu perintah untuk saling mengasihi. Dalam Yohanes 15:9-17 untuk menjadi sukacita kita penuh maka kita harus membuat hati Tuhan bersuka cita, dan sukacita Tuhan itu dalam hidup kita, maka sukacita kita akan menjadi penuh.
Bagaimana membuat hati Tuhan bersukacita? Yaitu jikalau kita menuruti perintah-Nya dan kita akan tinggal di dalam kasih-Nya, dan kasih-Nya yang tinggal di dalam hidup kita akan memampukan kita untuk melakukan tindakan kasih kepada sesama kita. Membuat sukacita kita penuh melalui perbuatan kasih sesuai dengan perintah Tuhan.
Jadi agar hidup kita dipenuhi dengan sukacita yang sejati, maka yang pertama adalah kita harus taat menuruti perintah Tuhan, yaitu hidup tinggal di dalam kasih-Nya untuk mengasihi sesama kita. Sudahkah hidup Anda mengalami sukacita yang sejati? Ataukah kita masih hidup dalam sukacita yang palsu? Temukan sukacita sejati itu di dalam Kristus melalui perbuatan kasih kepada sesama. (NK).
Doa: “Hanya di dalam Engkau saja kami menemukan sukacita yang sejati. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung