INTI KEHIDUPAN
1 Yohanes 3:11-18
2 Yohanes 1:6a. “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya.”
Allah adalah kasih. Dia menciptakan alam semesta karena kasih. Ketika manusia berdosa, Allah berinisiatif terlebih dahulu berdamai dengan manusia karena kasih-Nya. Tanpa kasih Allah, maka manusia binasa, oleh sebab itu Allah memerintahkan kita orang percaya untuk melakukan kasih dalam kehidupan ini.
1 Korintus 14:1, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”
Kita diperintahkan untuk mengejar kasih. Kita tak bisa selalu mengontrol perasaan. Tuhan juga tidak akan pernah memerintahkan kita untuk melakukan sesuatu yang melebihi kuasa dan kemampuan kita. Itu menyiratkan bahwa kasih itu bukanlah sebuah perasaan. Namun, berusaha untuk mengasihi ketika kita sebenarnya enggan melakukannya ialah cinta kasih yang levelnya lebih tinggi dibanding ketika kita sukarela melakukannya. Tetap mengasihi tidak tergantung bagaimana perasaan kita pada orang tersebut. Mengasihi orang lain seperti Tuhan mengasihi kita.
Alkitab mencatat, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (1 Yohanes 3:18).
Setiap hari Tuhan memberikan kesempatan-kesempatan di sekitar kita untuk menunjukkan kasih. Masalahnya adalah kita terlalu sibuk. Berapa kali kita berpikir dalam sehari, “Saya harus menelepon orang itu; Saya harus memotivasi orang itu; Saya harus membantu tetangga saya,” tetapi kemudian kita melewatkan kesempatan itu karena ada hal lain yang muncul. Hubungan kita dengan Tuhan sangat mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain. Jika kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi, maka kita harus tetap satu dengan Tuhan dan Dia akan tinggal bersama kita, karena Tuhan adalah Kasih.
Doa: “Bapa di sorga, ajarkan aku hidup dekat dengan Engkau, agar hidupku memancarkan kasih Kristus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung