Renungan Harian, 26 November 2018

MONYET YANG DIPENJARA

Yohanes 5:1-18

Yohanes 5:6. “Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Ada sebuah percobaan tentang seekor monyet yang dikurung di dalam sebuah kotak besi kecil berjeruji berukuran 1×1 meter selama bertahun-tahun. Pada awalnya, monyet tersebut menghabiskan seluruh energinya untuk berusaha keluar dari tempat kecil yang mengurungnya tersebut. Namun, bertahun-tahun kemudian, binatang tersebut berusaha beradaptasi dengan kehidupan barunya yang sempit. Ia tidak lagi berusaha membebaskan dirinya sendiri. Dalam kehidupan kesehariannya, ia hanya berjalan beberapa langkah mondar-mandiri, lalu lebih banyak duduk diam dan membiasakan dirinya untuk hidup dalam kotak kecil tersebut.

Beberapa tahun kemudian, kotak besi tersebut dibongkar dan dilepas, tetapi sang monyet tetap saja duduk diam dan hanya berjalan beberapa langkah ke kiri dan kanannya. Ia sudah terlanjur nyaman dengan kehidupan barunya dan menyesuaikan diri untuk hidup dengan kehidupan tersebut.

Dalam Alkitab ada dua contoh kehidupan berbeda yang dapat kita pelajari. Contoh pertama adalah tentang seorang lumpuh yang telah 38 tahun berbaring dekat kolam Betesda. Pada akhirnya ia ‘mendoktrin’ dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mungkin mengalami kesembuhan dan membiasakan kehidupannya dengan kondisi tubuhnya yang lumpuh. Contoh kedua tentang seorang wanita yang sudah 12 tahun mengalami pendarahan. Kita dapat melihat, bahwa ia masih memiliki iman dan pengharapan yang tetap teguh bahwa Yesus dapat menyembuhkannya.

Terlepas dari berapa lama penyakit yang diderita oleh kedua orang dalam contoh tersebut kita belajar bahwa kesembuhan datang kepada orang yang bukan saja beriman dan percaya kepada Tuhan, tetapi juga bagaimana kita tetap konsisten dalam iman kita untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan. (NK).

Doa: “Kami mau tetap teguh memegang iman dan pengharapan kami kepada-Mu, karena kami tahu, Engkau yang menjanjikannya setia. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …