Renungan Harian, 22 November 2018

TATAPAN MATA

1 Korintus 2:6-16

1 Korintus 2:15. “Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.”

Komunikasi adalah hal yang harus dibangun dalam setiap hubungan yang terjalin. Berkomunikasi berarti aktivitas menyampaikan pesan dengan berbagai cara, baik verbal maupun juga dengan isyarat. Tujuan utama dari komunikasi itu sendiri adalah agar pesan bisa sampai kepada pihak yang diajak berkomunikasi.

Komunikasi melalui tatap mata terjadi secara otomatis antara suami dan istri karena telah saling mengenal. Bila ada tamu di rumah, walau suami hanya menatap mata istrinya, istrinya sudah mengerti bahwa ia harus membuat teh manis untuk sang tamu. Bila sedang berbelanja, lalu istri menatap mata suami, suami langsung mengerti bahwa istrinya perlu duit untuk membayar kasir. Inti dari komunikasi tatap mata adalah pengenalan pribadi karena pergaulan yang erat, sehingga bisa saling mengenal kehendak dan pikiran satu sama lain.

Mengenal kehendak Allah pun pada hakekatnya dapat terjadi bila ada pergaulan yang akrab dengan-Nya. Kalau kita bergaul erat dengan Allah, maka kita akan mengenali kehendak-Nya. Dalam situasi-situasi yang sulit, seperti penderitaan atau keadaan sakit, seringkali kita mempertanyakan apa kehendak Allah bagi diri kita dan mengapa Ia mengijinkan penderitaan terjadi pada kita. Hal itu wajar untuk dipertanyakan, tetapi jawabannya akan segera kita dapatkan apabila kita bergaul erat dengan Tuhan.

Nats Alkitab di atas menyebutkan tentang keistimewaan seorang manusia rohani dalam menilai segala sesuatu oleh karena ia mengenali pikiran Tuhan. Kemampuan dalam mengenali kehendak Allah ditentukan pada seberapa eratnya kita bergaul dengan Tuhan Yesus. Keadaan bisa nampak tidak terkendali, situasi bisa terlihat tidak terkontrol, pilihan-pilihan bisa saja membingungkan, tapi bila kita dekat dengan Tuhan, maka kita akan mengerti apa yang menjadi kehendak-Nya bagi kita. (NK).

Doa: “Tidak ada yang lebih kami rindukan selain semakin mengenal-Mu dari hari ke hari. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …