PENEBANG KAYU
Mazmur 1:1-6
Mazmur 1:2. “Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Di suatu daerah berlangsung kompetisi penebang kayu tahunan. Di final, kompetisi itu mempertemukan dua orang penebang kayu, yaitu seorang penebang kayu tua yang sangat berpengalaman dan lawannya adalah seorang penebang kayu yang tentu saja memiliki kekuatan fisik yang kuat. Peraturan dari kompetisi ini cukup sederhana yaitu siapa yang bisa menebang pohon paling banyak dalam satu hari, akan keluar sebagai pemenang.
Penebang muda percaya diri akan menang di kompetisi itu. Secara berkala suara pohon jatuh karena ditebang yang berasal dari bagian hutan yang lain akan berhenti. Hal ini menandakan, bahwa penebang tua itu sedang beristirahat. Mengetahui hal tersebut, penebang muda ini mengambil kesempatan untuk terus menebang pohon dan tidak beristirahat, karena memang ia unggul dalam hal kekuatan dan stamina.
Pada saat upacara penyerahan medali, ia berdiri percaya diri akan diberikan hadiah juara utama. Ketika hasilnya dibacakan, si penebang kayu muda sangat terpukul mendengar bahwa penebang kayu tua secara signifikan menebang lebih banyak pohon daripada dia. Dia lalu menghampiri penebang kayu tua dan berkata: “Bagaimana ini bisa terjadi? Saya mendengar Anda beristirahat setiap jam dan saya bekerja terus sepanjang malam.” Sang penebang kayu tua berpaling kepadanya dan berkata: “Setiap jam, saya mengambil waktu untuk beristirahat dan mengasah kapak saya…”
Mengasah kapak kehidupan berarti mengambil waktu untuk mempersiapkan ketajaman diri. Hal itu dilakukan dengan cara meditasi firman Tuhan, memiliki waktu berkualitas untuk diri sendiri, tidak segan untuk bertanya dan belajar pada orang yang kita hormati atau yang hidupnya juga berbuah, dan melakukan apa pun yang bisa membuat Anda menjadi pribadi yang lebih baik. (NK).
Doa: “Tuhan Yesus, kami mengasah diri kami agar kami menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung