TENTANG DAN BAGI ALLAH
Wahyu 4:1-11
Wahyu 4:11. “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
Banyak orang Kristen membuat kesalahan dengan membatasi waktu penyembahan mereka hanya dua jam dalam satu minggu, yaitu saat beribadah raya di gereja, dan saat ibadah mereka kerap minta dilayani dan disenangkan.
Saya pernah ada dalam sebuah ibadah yang mengatakan, “Kami ingin Anda menikmati suasana ibadah yang telah kami persiapkan bagi Anda.” Ini sebuah konsep yang jelas salah.
Jika jemaat menikmati sebuah ‘pertunjukkan’ dan menyatakan sebagai sebuah pelayanan pujian penyembahan yang luar biasa, maka konsep pujian penyembahan menjadi sesat. Kita mengira, bahwa pengkhotbah, pemimpin pujian, penyanyi dan pemusik adalah tim penghibur (entertainer) dan kita adalah penontonnya (audience). Padahal konsep yang benar adalah, kita sebagai jemaatlah pelaku pentasnya (performer), pendeta dan tim pujian adalah sutradaranya, sedangkan Allah adalah penontonnya atau Pihak yang menikmatinya.
Konsep keliru jika ketika kita datang ke ibadah dengan harapan atau tuntutan untuk dipuaskan dan mendapatkan sesuatu bagi kepentingan kita. Jika kita benar-benar seorang penyembah, kita tahu bahwa penyembahan itu bukan tentang kita tetapi tentang Allah.
Dan karena Allah suka akan pujian penyembahan, maka kita harus belajar untuk mempersembahkan pujian dan penyembahan yang terbaik bagi Allah. Yang melayani sebagai tim pujian penyembahan harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, dalam segi persiapan roh maupun kemampuan, agar dapat memimpin jemaat dengan baik untuk memuji dan menyembah Tuhan. Para jemaat harus memberikan pujian dan penyembahan yang terbaik melalui tubuh, jiwa dan roh yang mau tunduk kepada kedaulatan Allah. Haleluya!
Doa: “Engkaulah Allah yang layak terima pujian, hormat dan kemuliaan untuk selama-lamanya. Bagi-Mu lah kami ada. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung