Renungan Harian, 01 November 2018

IBADAH

Matius 15:7-9

Yesaya 30:15. “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan.”

Ibadah orang kristen umumnya adalah ibadah hari Minggu. Dengan berbagai liturgi sesuai denominasi gereja. Namun, hakikat ibadah orang kristen adalah komunikasi  antara kita dan Allah. Sehingga ada banyak cara untuk mewujudkan ibadah itu. Berdoa di rumah, membaca alkitab secara rutin tiap hari dan tentunya ibadah setiap minggu.

Bila kita melakukan kegiatan ibadah tanpa melakukan hakikat ibadah itu sendiri, sebenarnya kita tidak sedang beribadah. Banyak orang datang ke gereja, bukan untuk mencari Allah. Sederhana saja untuk mengetahui apakah kita datang ke gereja untuk beribadah atau sekedar melakukan kegiatan ibadah.

Orang yang datang terlambat beribadah, bukan sekali dua kali, hampir jam ibadah datang terlambat. Bagaimana hal ini dapat dikatakan ibadah? Selain itu bagaimana cara kita berbusana? Cara kita berbusana menunjukkan sikap hati kita. Walaupun busana kita menyesuaikan zaman tidak berarti kita mengenakan busana yang tidak sopan. Gunakan busana yang layak untuk menghadap Allah! Di zaman canggih ini, bagaimana disiplin gawai kita saat ibadah? Dengan menggunakan smartphone apakah kita tetap berkonsentrasi kepada Allah? Kita bisa membaca firman Tuhan dan mencatat khotbah di smartphone kita. Ini merupakan tantangan integritas kita untuk benar-benar berkomunikasi dengan Allah selama ibadah dan tidak fokus pada smartphone. Mematikan nada dering smartphone agar tidak menganggu ibadah, adalah salah satu disiplin untuk menghormati Allah dan orang lain.

Banyak orang datang ke gereja tetapi hati dan pikirannya melayang kemana-mana. Apakah motivasi kita datang ke gereja? Mencari Allah, ingin mengetahui isi hati Allah? Atau sekedar memenuhi tradisi? Bertemu dengan teman? Mencari teman bisnis? Andalah yang bisa menjawabnya. Allah selalu menanti kita untuk memberikan kekuatan kepada kita.

Doa: “Tuhan Yesus, ampuni segala kelalaianku. Aku mau beribadah kepada Engkau dengan sungguh hati. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …