Renungan Harian, 15 Oktober 2018

PENDERITAAN

Kisah Para Rasul 5:26-42

1 Petrus 2:19. “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.”

Seringkali saya merenungkan kehidupan para martir Allah, mereka yang menderita hingga mati karena pemberitaan Injil dan iman mereka kepada Allah. Para misionaris yang rela meninggalkan kenyamanan hidup untuk memberitakan Injil di daerah-daerah terpencil. Betapa luar biasa dan tidak terbayangkan cara-cara Roh Kudus bekerja di dalam setiap orang-orang percaya.

Saat sebagian besar orang menganggap penderitaan adalah sesuatu yang harus dihindari. Namun, firman Tuhan melalui Paulus malah mengatakan, bahwa seseorang yang sadar akan kehendak Allah menanggung suatu penderitaan yang tidak seharusnya ia tanggung, itu adalah kasih karunia. Bagaimana penderitaan adalah suatu kasih karunia?

Kasih karunia Tuhan seringkali kita pahami sebagai kenyamanan atau suatu kesenangan. Sedangkan penderitaan lebih sering dikaitkan dengan keburukan dan kemalangan. Ketika kita melakukan kehendak Allah dan Roh Kudus berkarya di dalam kita, mungkin kita akan mengalami penderitaan tetapi kita akan menyadari bahwa itulah kasih karunia. Sama seperti Petrus dan para rasul yang disesah karena pemberitaan Injil, mereka tidak menyesal atau kecewa kepada Tuhan, sebaliknya mereka bersyukur dan memuji Tuhan karena mereka dianggap layak menderita untuk Yesus Kristus.

Penderitaan atas kasih karunia ini tidak mengartikan, bahwa Tuhan itu kejam. Tuhan tidak pernah merancangkan atau menginginkan hal buruk terjadi pada kita. Tuhan selalu memberikan yang terbaik. Oleh sebab itu kita perlu menyadari otoritas Allah dalam hidup kita (Galatia 2:20). Selain itu penderitaan terkadang Tuhan ijinkan untuk membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan dewasa, mengenal Tuhan kita secara sempurna, dan apa pun yang terjadi kita dapat berkata, “Puji Tuhan!” Tuhan ingin kita begitu melekat erat dengan-Nya.

Doa: “Kami bersyukur ya Allah untuk semua rencana terbaik-Mu bagi kami. Biar hati kami tetap melekat hanya kepada-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …