HIDUP BERBUAH
Markus 11:12-14
Matius 5:20. “Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”
Setelah Tuhan Yesus melakukan pelayanan-Nya di Betania, Ia dan para murid-Nya meninggalkan tempat itu untuk meneruskan pelayanan-Nya. Di tengah jalan Yesus merasa lapar. Dari kejauhan Yesus melihat pohon ara yang sudah berdaun. Lalu Ia mencari buah dari pohon ara untuk bisa dimakan. Saat itu memang bukan musim buah ara. Setidaknya masih ada sisa buah atau bakal buah yang masih kecil. Kenyataannya, Yesus tidak mendapatkan apa-apa selain daun pohon ara. Yesus mengutuk pohon tersebut agar buahnya tidak dimakan lagi untuk selamanya.
Pohon ara tersebut, ibarat bangsa Israel yang tidak berbuah. Mereka patuh dengan ajaran agamanya dan rajin melakukan ritual dan kegiatan ibadah, tetapi mereka menolak Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Kehidupan keagamaannya tidak sejalan dengan perbuatan. Sebab itu bangsa Israel akan kena murka Tuhan sama seperti pohon ara.
Tidak sedikit kehidupan umat Kristen seperti pohon ara yang tidak berbuah. Kelihatan indah dan baik dengan kemasan berbagai kegiatan gereja, seperti: rajin kebaktian minggu, ikut paduan suara gereja, sering memberikan sumbangan uang, dan lainnya. Tetapi kehidupan nyatanya sama sekali tidak berbuah, contohnya: iri hati, mementingkan diri sendiri, menipu, mencuri, perzinahan, dan sebagainya. Jikalau kehidupan agama hanya sekadar pengakuan mulut belaka, maka buah yang benar mustahil dapat dihasilkan dalam kehidupan kita. Karena itu, firman Tuhan mengingatkan agar hidup kita berbuah, sehingga tidak terkena murka Tuhan.
Sebagai anak-anak Tuhan, marilah nyatakan kehidupan kita dengan menunjukkan buah kebenaran seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.
Doa: “Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan yang Kau beri. Jadikan kami berkat bagi-Mu dan kerajaan-Mu. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung