Renungan Harian, 08 Oktober 2018

SATU JIWA

Markus 5:1-20

Yesaya 6:8. “Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Kisah dalam Markus ini bercerita tentang hati Allah. Hati Allah dalam diri Tuhan Yesus yang ingin menyelamatkan jiwa manusia yang terpuruk dan dikuasai roh jahat. Untuk menyelamatkan jiwa manusia yang terpuruk agar kembali menjadi manusia normal, Tuhan Yesus menghadapi beberapa tantangan:  pertama, Tuhan Yesus meninggalkan popularitas-Nya. Tuhan Yesus meninggalkan orang banyak yang mengerumuni dan mengagumi-Nya dan menyeberangi danau. Kedua, Tuhan Yesus harus menghadapi badai topan yang hampir menenggelamkan perahu dan membinasakan murid-murid-Nya. Ketiga, Tuhan Yesus harus menghadapi para murid yang masih belum kenal dan paham bahwa diri-Nya adalah Mesias. Keempat, Tuhan Yesus harus mengusir Iblis yang bercokol di hidup orang ini. Kelima, Tuhan Yesus harus menghadapi penduduk yang memiliki babi yang mati binasa karena dikuasai Iblis.

Hasilnya, orang yang kerasukan setan ini menjadi waras, kembali normal dan bersaksi tentang Tuhan Yesus. Ternyata untuk menyelamatkan satu jiwa berdosa yang dirasuk Iblis, Tuhan Yesus mau meninggalkan banyak hal dan mau ambil resiko supaya jiwa yang berdosa itu terselamatkan.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau melangkah dan berkorban demi satu jiwa berdosa yang dikuasai Iblis? Relakah kita menempuh jalan yang berbahaya demi jiwa tersebut? Kuasa dan Roh Allah sudah diberikan kepada kita untuk menjadi saksi Kristus, menyelamatkan jiwa yang berdosa dan terikat Iblis. Tinggal keberanian kita untuk melangkah dan bertindak.

Pertanyaannya, apakah hati Tuhan Yesus ada pada kita? Apakah kita rela tinggalkan kenyamanan dan ambil bagian? Banyak orang yang hatinya sudah disiapkan Allah untuk terima berita Injil. Tinggal siapa yang mau melangkah melakukannya. Semoga itu adalah diri kita sendiri.

Doa: “Tuhan Yesus, ini aku. Aku mau memiliki belas kasih-Mu. Utuslah aku untuk jiwa-jiwa yang terhilang. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …