Renungan Harian, 06 Oktober 2018

UTUSAN ALLAH

Keluaran 3: 9-13

1 Petrus 2:9. “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.”

Sepanjang sejarah Alkitab, ada banyak orang yang dipanggil oleh Allah untuk menjadi utusan-Nya dan Allah memiliki rencana untuk setiap utusan-Nya. Ketika Allah berjanji kepada Abraham tentang keturunannya yang akan dibuang ke negeri asing selama empat ratus tahun. Semua yang dijanjikan oleh Allah itu digenapi. Israel dibuang dan menjadi budak di Mesir selama empat ratus  tahun.  Kemudian pada masa pembebasan, Allah sudah mempersiapkan Musa sejak dari dalam kandungan, dan mengutusnya pada usia 80 tahun.  Allah membuktikan penyertaan-Nya terhadap Musa. Musa harus disertai dengan Kuasa Allah sebagai tanda utusan dari Allah yang Maha Kuasa.

Utusan Allah juga ditandai dengan tidak butuhnya ia akan pengakuan dari manusia serta tidak melakukan kehendak sendiri. Tuhanlah yang akan bertindak bagi utusan-Nya dengan penuh kuasa. Para utusan tahu persis, bahwa mereka hanyalah utusan untuk suatu tujuan tertentu dari Allah, pada masa hidup mereka.

Selain mengutus Musa, Allah pun memilih dan mengutus Samuel, Daud, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Petrus, Paulus dan nabi-nabi yang lainnya. Para utusan di sepanjang Alkitab ini merasa tidak layak, merasa tidak mampu dan merasa berat dengan resiko yang harus dipikul untuk menjadi utusan Allah. Mereka bersedia ditolak, diejek, dipermalukan, dianiaya bahkan dibunuh, demi firman Allah yang mereka terima untuk disampaikan. Firman yang benar, mendatangkan Iman yang benar, dan akan menghasilkan tokoh iman yang benar.

Marilah kita hidup berserah pada panggilan Allah. Allah sudah memanggil kita sebagai anak-Nya. Jadilah utusan iman bagi diri kita sendiri maupun bagi orang-orang yang ada di sekitar kita.

Doa: “Bapa kami yang baik. Terima kasih untuk anugerah -Mu dalam hidup kami. Kami mau setia menjadi utusan-Mu. Amin.”

 

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …