MENGUCAP SYUKUR
1 Tesalonika 5:15-18
1 Tesalonika 5:18. “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Tiga orang yang saya kenal memiliki semangat juang, tekun, pantang menyerah, dan selalu mengucap syukur, harus pergi untuk selamanya dalam waktu hampir bersamaan. Mereka harus menyerah melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya selama beberapa bulan. Meski sudah melakukan berbagai macam pengobatan, Tuhan menghendaki mereka kembali ke pangkuan-Nya.
Terkadang hal kecil saja bisa memicu pikiran dan hati kita untuk terus melakukan tindakan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Secara tidak sadar mungkin kita suka mengeluh, bersungut-sungut, dan jarang bahkan sulit untuk mengucap syukur. Kita tidak menyadari ternyata masih banyak orang yang memiliki keadaan jauh lebih buruk, ada yang menderita karena sakit atau hidup dalam segala kekurangan secara ekonomi.
Kepada jemaat di Tesalonika Rasul Paulus mengajarkan agar senantiasa mengucap syukur dalam segala hal. Artinya dalam segala keadaan harus senantiasa mengucap syukur, tidak lagi mengeluh, bersungut-sungut atau melakukan tindakan yang bisa mendukakan hati Tuhan. Mengucap syukur juga merupakan sebuah disiplin rohani yang harus dilatih. Jangan sampai seperti bangsa Israel yang meskipun telah mendapat banyak pertolongan dan mujizat Tuhan, tetap bersungut-sungut dan berbantah.
Mengucap syukur kepada Allah merupakan wujud dari pengakuan kita akan segala kemahakuasaan Allah dalam memimpin dan menuntut hidup kita. Juga sebagai bentuk kesepakatan kita kepada apa yang Tuhan rencanakan dan ijinkan terjadi. Sebagai milik Yesus Kristus, kita harus menyelaraskan kehidupan kita dengan kehendak-Nya.
Mengucap syukur merupakan tindakan paling mulia karena Tuhan menghendaki-Nya. Marilah kita belajar untuk mengucap syukur dalam segala keadaan dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan agar senantiasa melakukan kehendak-Nya dengan baik. (NK).
Doa: “Kami mau senantiasa mengucap syukur untuk apa pun yang terjadi di dalam hidup kami, sebagai tanda kami percaya akan kebaikan-Mu, Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung