MEMBALIKKAN KEADAAN
Mazmur 18:1-50
Mazmur 18:31. “Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; janji TUHAN adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya.”
Stadion Camp Nou, Barcelona, 26 Mei 1999, berlangsung final Liga Champion yang mempertemukan Bayern Munchen (Jerman) dengan Manchester United (Inggris). Pasukan Alex Fergusson berada dalam tekanan karena tertinggal 1 gol dan waktu pertandingan kian menipis. Para supporter duduk terdiam, menanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Tetapi 2 gol United di masa injury time membalikkan keadaan. Adalah Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer yang menjadi pahlawan Setan Merah hingga mereka menang secara dramatis. Pendukung Munchen yang sudah siap berpesta, tenggelam dalam penyesalan mendalam.
Kisah dramatis yang hampir mirip terulang di 2005 saat raksasa Italia, kala itu, AC Milan menantang Liverpool di Ataturk Stadium, Turki. Di babak pertama, AC Milan berada di atas angin karena meninggalkan Liverpool dengan 3 gol tanpa balas. Memasuki babak kedua keyakinan Milan menjuarai Liga Champion kian menguat. Tetapi keadaan berbalik dalam kurun 6 menit saja, saat Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu dan kemudian harus diakhiri dengan adu tendangan penalti. Liverpool yang memenangi pertandingan dengan skor 3-2 dalam drama adu penalti tersebut. Tim dengan tagline “You will never walk alone” ini memulangkan Milan dengan kepala tertunduk. Dua kisah dramatis ini masuk dalam pilihan 10 comeback terbaik dalam sejarah sepak bola versi goal.com.
Situasi memang tak selalu sesuai harapan, lalu kita menjadi kecewa dan putus asa. Tetapi kesadaran akan kemampuan Tuhan membuat kita dapat kembali bangkit. Kekecewaan bisa dijadikan Tuhan sebagai peringatan agar kita kembali mengandalkan Dia. Karena itu jangan terlalu lama larut dalam kecewa, tetapi segeralah bangkit! Kita akan mengerti nilai berjuang di dalam iman setelahnya. (NK).
Doa: “Kami tidak mau larut dalam kekecewaan karena kami tahu pertolongan kami adalah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung