Renungan Harian (21 Oktober 2015)

21MEMBERI DENGAN MURAH HATI

2 Korintus 8:1-15

2 Korintus 8:2. “Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”

Saat mengantri untuk membayar belanjaan saya di sebuah minimarket, saya memperhatikan, bahwa setiap kali jumlah belanjaan seorang pelanggan berjumlah ganjil, maka sang kasir akan menawarkan kepada pelanggan tersebut untuk menyumbangkan kembaliannya sebagai amal. Dan, hampir semua pelanggan akan menyetujuinya, termasuk saya, karena memang jumlahnya sangat kecil, yaitu berkisar hanya Rp. 100,- sampai dengan Rp. 400,- saja. Namun, jumlah yang terlihat sedikit dan remeh jika dikumpulkan akan menjadi banyak, dan saat disumbangkan kepada sebuah yayasan sosial, maka akan berdampak besar pula.

Jemaat Makedonia dikatakan adalah jemaat yang miskin, dan notabene rasanya tidak mungkin dapat memberi banyak bagi pekerjaan Tuhan. Tetapi nyatanya, kemiskinan jemaat Makedonia bukan penghalang bagi mereka untuk memberi dengan murah hati (2 Korintus 8:2-3). Mereka memberi dengan rela hati karena mereka menganggap kesempatan memberi itu sebagai sebuah kasih karunia (8:4). Kegairahan mereka untuk memberi bagi jemaat di Yerusalem (yang belum pernah mereka jumpai) mendemonstrasikan sikap persaudaraan kristiani di dalam Kristus.

Dari dua kisah di atas kita dapat belajar, bahwa meski Anda merasa belum cukup kaya tetapi itu bukanlah halangan bagi kita memberi bagi pekerjaan Tuhan. Teladan dari jemaat di Makedonia seharusnya menggerakkan kita untuk menyingkirkan semua alasan dan mulai memberi. Meski jika secara pribadi-pribadi pemberian itu seolah bernilai kecil, tetapi jika seluruh jemaat sepakat untuk memberi yang terbaik, maka jumlah yang terkumpul akan besar dan berdampak luar biasa bagi pekerjaan Tuhan.

Berilah yang terbaik yang bisa Anda beri dan lakukanlah dengan sukacita, maka Allah akan memberkati Anda!

Doa: “Tuhan Yesus, meskipun kami belum kaya tetapi kami mau ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan melalui uang kami. Ajar kami untuk memberi yang terbaik, karena memberi adalah sebuah kasih karunia. Terima kasih Tuhan. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …