MENGHINDARKAN KONFLIK
Yakobus 1:19-27
Yakobus 1:19. “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;”
Jika kita mampu melakukan ayat emas hari ini, maka kita dapat menghindarkan konflik. Sebaliknya, jika kita lambat mendengar, cepat berkata-kata dan cepat marah, maka tidak mengherankan jika konflik menjadi tamu rutin yang sering hadir mengunjungi hidup kita.
Hubungan kedua orang tua saya tidak lah baik dan sering bertengkar hebat. Saya kadang bingung akan apa penyebab pertengkaran mereka, karena setiap kali bertengkar, mereka akan sama-sama berbicara dengan suara keras. Mereka tidak dapat mendengar penjelasan dari lawan bicara mereka karena hanya suara mereka sendiri yang dapat mereka dengar. Setelah dewasa dan menikah, saya harus belajar untuk tidak mengulang kesalahan mereka. Ketika suami berbicara, saya harus mendisiplin diri untuk diam dan mendengarkan, sebelum menanggapi perkataannya. Dan percayalah, bahwa itu bukan hal mudah buat saya, seorang extrovert yang dikenal banyak bicara.
Firman Tuhan juga mau agar kita lambat untuk marah. Bukan berarti kita tidak boleh marah, karena marah kadangkala tidak dapat kita hindarkan. Namun, Alkitab menulis supaya kita tidak berbuat dosa ketika marah. Bahkan, amarah kita memiliki batas waktu, yaitu sebelum matahari terbenam (Efesus 4:26).
Kristus memberikan teladan yang luar biasa, bagaimana pada saat Ia marah akibat kedegilan orang-orang Farisi, Ia membuat mujizat, menyembuhkan orang yang tangannya mati sebelah. Amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Ketika kita marah, mari teladani Kristus yang tetap melakukan kebenaran, bagi kemuliaan Allah.
Doa: “Ajar kami untuk cepat mendengar, lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah, ya Roh Kudus. Agar kami tidak mengalami konflik yang sudah pasti merugikan kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung