TWO TO TANGO
Yakobus 4:1-4
Yakobus 4:1. “Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”
Setiap orang pasti pernah mengalami konflik, baik itu di rumah tangga, di kantor, di sekolah, bahkan di gereja. Hubungan yang baik bukan berarti bebas atau kebal akan konflik. Oleh sebab itu kita harus belajar mengatasi konflik supaya kita tidak keliru bersikap sehingga menimbulkan kerusakan yang besar.
Yakobus 4:1-3 menuliskan, bahwa konflik kerap datang dari keinginan yang tidak terpenuhi. Ketika apa yang kita mau tidak kita dapat dari orang, maka kita akan merasa kecewa bahkan marah. Penyebab kedua menurut ayat ini adalah iri hati. Senang melihat orang lain bahagia ternyata bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Dan menurut Yakobus 3:16, penyebab konflik yang ketiga adalah sikap mementingkan diri sendiri.
Ada istilah asing yang berkata, “It takes two to Tango.” Yang berarti, “Dibutuhkan dua orang untuk menari Tango.” Ingat, bahwa di setiap konflik yang terjadi, kita juga bagian dari konflik tersebut. Konflik tidak akan terjadi, jika saja sejak awal ada yang memilih untuk mengalah. Istilahnya, “Yang waras ngalah.”
Ketika konflik terjadi, jadilah tenang supaya bisa berdoa (1 Petrus 4:7). Berdoalah meminta hikmat Tuhan akan apa yang harus Anda lakukan. Jadikanlah Kristus sebagai Raja yang berdaulat penuh dalam hidup kita, sehingga keputusan-keputusan sesuai dengan firman Tuhan.
Roma 12:18 menuliskan, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!’ Artinya ketika berkonflik, Allah ingin kita yang terlebih dahulu mengusahakan perdamaian dengan cara mengosongkan ‘ego’ kita dan merendahkan diri, seperti teladan Kristus. Cara kita dalam menangani konflik menentukan level kedewasaan rohani kita.
Doa: “Roh Kudus, beri kami hikmat agar kami dapat menyelesaikan konflik dengan baik. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung