BERWIBAWA MESKI MUDA
1 Timotius 1:1-20
1 Timotius 1:18. “Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.”
Paulus menulis banyak surat untuk jemaat Tuhan ketika ia dipenjara, yang dikenal dengan sebutan surat-surat penjara. Namun, 1 dan 2 Timotius dan Titus memiliki sebutan sendiri yaitu surat penggembalaan. Maksud Paulus ketika menulis surat ini adalah untuk menasehati Timotius mengenai kehidupan pribadi dan pelayanannya. Paulus mendorong Timotius untuk mempertahankan kemurnian Injil dan standarnya yang kudus, juga memberi pengarahan kepada Timotius mengenai berbagai urusan dan persoalan gereja di Efesus.
Paulus menulis surat kepada Timotius karena ia mengetahui Timotius sedang menghadapi masa yang sulit. Selain disebabkan oleh ajaran sesat yang berkembang di Efesus, ia juga mendapat tantangan dari banyak orang percaya yang tidak menyukainya, karena ia masih muda, tetapi mendapat kepercayaan mewakili Paulus untuk memastikan, bahwa jemaat Tuhan dibangun di atas dasar kebenaran Kristus. Usia Timotius yang masih muda membuat mereka menganggap rendah dirinya.
Di dalam menghadapi ajaran sesat dan anggapan remeh dari jemaat, maka yang harus dimiliki Timotius adalah wibawa . Dan cara untuk memiliki wibawa tidak lain adalah dengan menjadi teladan. Kewibawaan seorang pemimpin rohani tidak terletak pada hal-hal lahiriah seperti kekayaan, usia, kepintaran, penggunaan kekerasan, melainkan di dalam keteladanan hidup. Bilamana pemimpin itu mencerminkan karakter Kristus, maka dengan sendirinya orang akan menghormatinya.
Jangan pernah tawar hati ketika menghadapi tantangan atau masalah, tetapi pastikan orang dapat melihat Kristus melalui teladan hidup kita. Dengan demikian, di mana pun kita berada, siapa pun orang yang kita pimpin akan menghormati dan mengikuti pimpinan kita dengan senang hati.
Doa: “Roh Kudus, mampukan kami hidup seperti Kristus agar kami dapat menjadi teladan bagi banyak orang. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung