Renungan Harian, 19 Juli 2018

Tim Rut

Rut 1:1-22

Rut 1:16. “Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.”

Kelaparan itu telah menjadi titik awal kemerosotan hidupnya. Ia dan keluarganya harus terlunta-lunta sampai ke negeri orang dan mencoba lembaran baru di sana. Bukan ketenangan yang didapat, melainkan kepiluan semata. Karena suaminya harus pergi meninggalkannya selama-lamanya, tak lama kemudian dua anak laki-lakinya menyusul sang ayah. Penderitaan seorang isteri dan ibu yang teramat memedihkan hati. Ratapan dan tangisan tak terbendung lagi. Naomi benar-benar berada di titik nol.

Tak ada yang diharapkan lagi di negeri orang, Naomi memutuskan untuk kembali ke negerinya, Israel. Rut, menantunya menyertainya sedangkan Orpa, menantunya yang lain meninggalkannya.

“Bukankah engkau ini Naomi (sukacita)?” Ucap setiap orang yang berpapasan dengannya.

“Jangan panggil aku Naomi lagi! Panggil aku Mara saja!” (Mara artinya pahit).

Naomi hampir saja tidak kuat dan tidak mau hidup lagi, namun kesedihannya lama-lama terkikis dengan kehadiran Rut, menantunya yang tulus ikhlas menyertai dan mendampingi ibu mertuanya. Rut berjanji, bahwa di manapun Naomi berada maka di situ pula Rut akan selalu ada. Semakin kuatlah Naomi dan hidupnya berakhir dengan kebahagiaan bersama dengan Rut yang pada akhirnya menikah dengan Boas. Kebahagiaan Naomi terus bertumbuh.

Salah satu tanda kedewasaan rohani adalah kesetiaan. Kehadiran orang yang tulus ikhlas dalam masa kesedihan sangat membantu membangkitkan semangat. Kita bisa dipakai Tuhan dengan hadir dan berempati dalam kehidupan seseorang yang mengalami kegundahan hidup. Apakah Anda termasuk tim Rut yang setia dan membangkitkan hidup orang lain mencapai tujuan Ilahinya?

Doa: “Beri kami hati yang setia dan dapat berempati kepada mereka yang berkesusahan. Kami rindu menjadi berkat, ya Allah. Amin.”

 

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …