PEDULI
Lukas 10:25-37
1 Korintus 10:24. “Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.”
Dalam perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati, kita dapat belajar menjadi orang yang peduli dengan sesama. Kita belajar melihat kebutuhan orang lain sebelum kita dapat memenuhinya. Kita tidak bisa peduli sampai kita sadar. Bacaan kita hari ini dalam kitab Lukas menyatakan, bahwa orang Samaria itu melihat orang-orang yang dirampok, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Seperti itulah keadaannya, ada orang-orang yang tengah terluka di sekitar kita. Hanya saja, kita tak melihat mereka. Mungkin mereka tidak sakit atau terluka secara fisik, tapi mereka dihajar oleh kehidupan ini. Mereka diremukkan oleh keadaan, sikap dan pendapat orang lain.
Mengapa kita tidak melihatnya? Jawabannya adalah karena kesibukan kita. Kita bergerak terlalu cepat. Menjalani kehidupan dengan tergesa-gesa selalu menjadi penyebab matinya kebaikan. Semakin sibuk kita, semakin sulit kita untuk mengasihi.
Untuk bisa menjadi peka dan melihat kebutuhan orang lain secara pribadi, perlambat lah langkah kita, berhentilah sejenak. Luangkanlah waktu untuk memperhatikan orang-orang di sekeliling kita. Berikan perhatian penuh dengan cara benar-benar mendengarkannya. Dengan demikian kita akan peduli dan menolongnya dengan berprinsip kepada firman Tuhan, yaitu tidak mencari keuntungan sendiri.
Doa: “Tuhan Yesus, ajar kami tidak egois, tetapi biarlah kami peduli dengan orang-orang sekitar kami. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung