Puji Tuhan Retreat ABI Pasko 39 telah dilaksanakan dengan baik, diikuti oleh 72 anak, 27 orang guru ABI, didukung oleh 5 orang tim musik dan 2 orang Multi Media. Pada awalnya kami beberapa guru agak pesimis karena bertepatan dengan libur panjang. Namun kami terus bawa dalam doa, karena kami mengadakan retreat ini bukan hanya sekedar mengisi liburan. Namun kami memiliki tujuan dan pergumulan untuk anak-anak sekolah minggu yang Tuhan percayakan kami layani. Untuk itu pula kami sepakat mengambil tema retreat “I’m Precious” yaitu aku berharga.
Kami rindu anak-anak memiliki gambar diri yang benar sesuai dengan firman Tuhan di tengah-tengah lingkungan saat ini. Kami mengundang seorang hamba Tuhan yang memiliki hati untuk melayani anak-anak, yaitu Kak Yudi dari GBI WTC Serpong-Tangerang, pendiri Rajawali Kecil. Kami bersyukur dalam setiap sesi dan semua kegiatan yang sudah dijadwalkan anak-anak dapat mengikutinya dengan antusias dan tertib, walaupun dengan jadwal yang padat dan dalam waktu yang sangat singkat.
- Sesi 1 (“Kejadianku Dahsyat” – Mazmur 139:13-15) oleh Kak Yudi.
Kamu diciptakan segambar dengan Allah, buat kemuliaan Allah dan spesial untuk Allah. Tidak ada suatu kesalahan atau kecelakaan Allah menciptakan kita. Kita diciptakan untuk menjadi pemenang. Kita harus selalu bersyukur dengan apa yang ada pada diri kita, karena kita ini diciptakan spesial.
- Sesi 2 (“Aku berharga” – Yesaya 43:4a) oleh kak Yudi.
Berharga adalah disayang, dicintai, dijagai supaya tidak rusak. Anak-anak berharga di mata Tuhan. Namun Iblis merusak pikiran anak-anak dengan membuat mereka merasa tidak berharga, dengan perkataan kamu jelek, kamu bodoh, kamu bikin sial, kamu tidak berguna. Jika mendengar perkataan tersebut kita harus melawannya dengan firman Tuhan (“aku berharga” – Yesaya 43:4a). Karena iblis hanya bisa dikalahkan oleh firman Tuhan. Kamu berharga di mata Tuhan, dikasihi seperti biji mata-Nya, diangkat menjadi ahli waris. Jangan pernah menganggap dirimu tidak berharga.
- Sesi 3 (“Aku diciptakan untuk pekerjaan baik” – Efesus 2:10) oleh kak Yudi.
Dalam sesi ini anak-anak membuat tindakan prophetik mengenai cita-cita mereka lalu didoakan. Dalam 1 Korintus 6:9-10, Galatia 5:20, Wahyu 21:8 ditekankan bahwa pendusta, penakut, orang cabul, iri hati, penyembah berhala dan lain-lain tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Surga. Penyembahan berhala jaman ini bukan lagi mengenai menyembah patung, namun lebih pada kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan yang membuat kecanduan sehingga waktu buat berdoa, membaca firman Tuhan, memuji Tuhan sudah tidak ada lagi. Bukan hanya anak-anak saja yang melakukan, namun orang tuapun juga melakukannya. Seperti, menonton TV, main game, PS, gudget/HP, idola pada tokoh kartun/film sehingga semua atribut harus ada gambar tokoh tersebut. Tuhan Yesus sudah berkorban mati di kayu salib karena mengasihi kita semua, supaya kita bisa masuk ke surga. Maka kita harus berubah dan bertobat. Karena kita diciptakan untuk melakukan pekerjaan yang baik dan kita dapat masuk ke dalam kerajaan Surga.
- “Batu dan Pasir” – Matius 7:24-27, oleh Pdp. Timotius Witono
Terdapat dua macam dasar, yakni batu dan pasir. Rumah yang kokoh sama halnya dengan gambar diri yang benar. Rumah yang kokoh dibangun di atas batu sedangkan gambar diri yang benar dibangun berdasarkan firman Tuhan. Hal-hal duniawi seperti penampilan dan harta tidak dapat dijadikan sebagai dasar yang kokoh dalam membangun gambar diri seseorang, karena hal-hal tersebut dapat berubah (diibaratkan sebagai pasir).
Ayat yang menjadi tema besar retreat kali ini, yaitu Yesaya 43:4a, yang berbunyi “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau,” Dua kata penting yang terdapat di dalam ayat tersebut adalah “berharga dan mulia”. “Berharga” artinya tak ternilai harganya, “mulia” artinya kesayangan.
Dari sesi tersebut diharapkan anak-anak mengerti bahwa gambar diri mereka harus dibangun atas dasar firman Tuhan, dan bahwa mereka berharga dan mulia di mata Tuhan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu terlaksananya retreat ABI ini. Kepada orang tua yang sudah mempercayakan anak-anaknya kepada guru-guru ABI, kepada semua guru-guru ABI yang sudah bekerja keras dari awal sampai akhir mempersiapkan segala sesuatunya juga untuk team musik pujian dan multimedia. Terima kasih juga bapak gembala Jantje Haans dan istri yang sudah datang memberikan doa berkat buat anak-anak ABI Pasko 39.
Kiranya dengan berakhirnya retreat ini kita terus membawa pergumulan anak-anak dalam pokok doa kita semua. Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: Pauline
Retreat ABI Pasko 39 (Wisma Alloysius Ciwidey, 10-11 Juni 2018)
GBI Pasir Koja 39 Bandung