PENCURI SUKACITA
Filipi 4:4.
Filipi 4:4. ”Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”
Seorang bayi perempuan lahir di desa Brewster, daerah bagian utara kota New York pada tanggal 24 Maret 1820. Saat usianya baru 6 minggu, dia mengalami demam, tetapi karena salah penanganan dokter, kedua matanya menjadi buta. Di tahun itu juga, ayahnya, meninggal dunia hingga bayi kecil itu hanya diasuh ibu dan neneknya. Saat usianya 5 tahun, melalui pemeriksaan dokter diketahui matanya tidak bisa dioperasi dan kebutaannya bersifat permanen.
Namun, kekurangannya dalam penglihatan ternyata diimbangi dengan kepekaannya menulis puisi dan lirik lagu. Sepanjang hidupnya dia telah melahirkan hampir 8000 lagu dan 3 buku kumpulan puisi. Dia menulis lagu-lagu pop, lagu bertema patriotik dan lagu pujian (hymne). Gadis kecil itu bernama Fanny Crosby. Dia dijuluki “Ratu Penulis Lagu Gospel”. Lagu pujian karyanya yang terkenal adalah Blessed Assurance (Ku Berbahagia).
Sukacita sejati timbul dari faktor internal seseorang, maka tidak seharusnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luar. Kalau sukacita seseorang didasarkan oleh hal-hal yang dari luar, sukacita itu akan mudah berubah. Sukacita itu adalah sebuah keputusan. Kita bisa membuat sebuah keputusan untuk tetap bersukacita atau sebaliknya. Tuhan adalah sumber sukacita sejati kita, kiranya sukacita yang mulia dan tak bisa dilukiskan dengan kata-kata menjadi kekuatan kita dan jangan tercuri melalui intimidasi yang Iblis taburkan dalam kehidupan kita.
Miliki sukacita sejati yang telah Allah sediakan bagi Anda! Sukacita dalam menikmati segala berkat Tuhan, sukacita dalam proses pembentukan Tuhan atas hidup kita, sukacita atas pertobatan seseorang, juga sukacita dalam kekekalan. Ketika orang lain melihat kita selalu bersukacita, maka mereka akan melihat adanya perbedaan yang nyata hidup sebagai anak-anak Tuhan dan inilah kesaksian hidup kita. (NK).
Doa: “Kami akan senantiasa bersukacita karena Engkaulah sumber sukacita kami, ya Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung