MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA
Amsal 13:22
Amsal 13:22. “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya, tetapi kekayaan orang berdosa disimpan bagi orang benar.”
Setiap orang bertanggung jawab untuk mengatur setiap berkat yang telah diberikan Tuhan di dalam hidupnya. Orang di luar Tuhan pun mengatur uangnya dengan ketat. Tetapi apa yang harus dilakukan oleh orang-orang percaya? Tentu orang percaya diberikan hikmat lebih untuk mengatur keuangan keluarga lebih bijaksana dibanding orang dunia.
Setiap kita percaya, bahwa Tuhan adalah sumber segala berkat, dan susah payah tidak menambahkan kaya (Amsal 10:22). Dengan begitu apakah seorang kepala keluarga menjadi tidak bekerja dan hanya berdoa saja kepada Tuhan? Tentu tidak, jika kita malas, Alkitab mengatakan bahwa kita akan diserbu oleh kemiskinan (Amsal 6:11). Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengelola talenta dan berkat yang kita dapat?
Pertama kita sisihkan uang kita untuk dikembalikan pada Tuhan. Dengan begitu Tuhan akan menjawab janjinya memenuhi lumbung-lumbung kita (Mal. 3:10). Perpuluhan adalah tanda syukur dan menunjukkan sifat tidak serakah, juga percaya sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan.
Kedua kita harus menabung untuk masa depan dan warisan kepada anak cucu kita . Jika kita mengasihi keluarga, tentunya kita akan mempersiapkan warisan untuk bekal keturunan kita kelak. Tabunglah uang kita di tempat yang bijak, dan berbagai tempat. Bisa di bank, asuransi, emas, tanah, properti, saham, reksadana dan instrument lainnya. Berdoa dan pelajari dulu sebelum berinvestasi, agar tidak jatuh dalam investasi yang menipu.
Ketiga, milikilah gaya hidup memberi (Amsal 11:24). Berhematlah dalam membeli keinginan pribadi, tetapi bermurah hatilah dalam memberi dan membantu orang. Kita lihat orang-orang terkaya di dunia hidup secara sederhana dan menyumbangkan kekayaannya secara besar-besaran (Bill Gates, Warren Buffet, Mark Zuckerberg). (NK).
Doa: “Beri kami hikmat untuk dapat mengatur keuangan kami dengan baik, ya Roh Kudus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung