LIMA PENYESALAN TERBESAR MENJELANG AJAL
1 Timotius 2:1-5
1 Timotius 2:1. “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,”
Bonnie Ware, seorang perawat Australia, telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja dalam unit perawatan khusus bagi pasien yang tinggal memiliki waktu hidup kurang dari 12 bulan karena penyakit yang dideritanya. Setelah bertahun-tahun mendampingi banyak orang menjelang kematian mereka, Bonnie menemukan bahwa ada begitu banyak pasiennya yang ketika mereka ditanya tentang penyesalan mereka dalam hidup, beberapa tema selalu berulang dibicarakan oleh mereka yang hampir meninggal.
Lima penyesalan yang paling umum dikatakan adalah sebagai berikut: 1. Seandainya saja aku punya keberanian untuk hidup jujur dengan diri sendiri, bukan sekadar hidup seperti yang diharapkan orang lain. 2. Seandainya saja aku tidak bekerja begitu keras. Bonnie menambahkan bahwa semua pasien prianya mengatakan hal yang sama. 3. Seandainya saja aku mempunyai keberanian untuk mengekspresikan perasaanku. 4. Seandainya saja aku terus berhubungan dengan teman-temanku. Semua orang merindukan teman dan sahabat mereka. Menyesal, bahwa mereka tidak memberikan cukup waktu dan usaha untuk membangun hubungan yang baik dengan teman dan sahabat. 5. Seandainya saja aku membiarkan diriku untuk merasa bahagia. Banyak orang tidak sadar bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan, sampai akhirnya mereka tidak punya kesempatan lagi untuk bahagia.
Tuhan sangat mengasihi kita dan ingin kita hidup melayani dia. Hidup melayani bukan hanya dibatasi oleh dinding atau mimbar gereja, tetapi melayani dengan keseluruhan hidup kita. Pelayanan sejati lebih sering dimulai saat pelayanan tsb. berakhir. Saat waktu khotbah dan waktu pelayanan di gereja berakhir, lalu kita harus kembali ke kehidupan nyata sehari-hari, di sanalah pelayanan yang sejati!
Saat kita menjadi berkat dengan hidup sesuai firman-Nya, saat kita menebarkan kasih kepada keluarga, rekan kerja dan teman-teman kita, dan saat kita mensyukuri makna keberhargaan hidup kita sebagai anak-anak Raja, itulah pelayanan yang sejati. (NK).
Doa: “Aku mau hidup sebagai hamba-Mu yang setia, kapan pun, di mana pun dan dengan siapa pun. Aku mau hidup sesesuai dengan firman-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”
GBI Pasir Koja 39 Bandung