Muntah Darah

Muntah darah atau hematemesis adalah gejala ketika seseorang memuntahkan darah dari mulutnya. Muntah darah biasanya berasal dari saluran pencernaan bagian atas seperti lambung dan kerongkongan, namun juga dapat berasal dari perdarahan hidung yang tertelan. Darah yang keluar bisa berwarna merah kehitaman atau merah terang, muntah darah yang berwarna gelap seperti kopi biasanya menunjukkan sumber perdarahan berasal dari saluran cerna bagian atas yang berjalan lambat. Sementara, darah berwarna merah terang sering menunjukkan perdarahan yang berjalan cepat dan dimuntahkan segera.

Penyebab Muntah Darah

Beberapa penyebab muntah darah, yang tersering adalah:

  • Varises di Kerongkongan (Varises esofagus) timbul akibat sirosis (pengerasan hati) yang merupakan perjalanan penyakit dari hepatitis (sakit kuning).
  • Perdarahan di Lambung yang dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain: minuman bersoda dan beralkohol, konsumsi obat-obatan penahan sakit yang terus menerus dalam waktu lama dan berlebihan.

Muntah darah merupakan kondisi gawat darurat. Segera hubungi dokter atau kunjungi instalasi gawat darurat (IGD) jika mengalami muntah darah, terutama bila muntah darah terjadi dalam jumlah yang cukup banyak.

Pengobatan terhadap muntah darah tergantung dari seberapa banyak darah yang hilang, penyebab dari muntah darah, dan komplikasi yang muncul.

Beberapa jenis makanan atau minuman juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya muntah darah, terutama makanan dengan kadar asam yang tinggi dan minuman beralkohol. Karena itu, salah satu cara untuk mencegah muntah darah adalah dengan menghentikan konsumsi makanan atau minuman tersebut.

Diskusikan juga dengan dokter mengenai konsumsi obat-obatan penahan sakit terutama yang sekarang banyak beredar dengan sebutan “obat setelan” (samurat, cap onta, binahong, amurat) dan jamu-jamuan yang tidak jelas produsen maupun kandungannya.

Oleh: Zeffry, dr.

Check Also

Kesehatan April 26 copy

ASAM LAMBUNG NAIK,TERASA TERBAKAR & NYERI DI DADA : Keluhan Sepele Yang Tidak Boleh Diabaikan

Oleh: Andreas Adiwinata, dr., M.Biomed Banyak orang pernah merasakan sensasi panas di dada setelah makan, …