Pastors and Leaders Conference

Sesi 1

Pdt. Rubin Adi Abraham

Pengajaran yang Alkitabiah dan Relevan.

Jemaat yang kita layani harus teguh jangan mudah terguncangkan, hal itu didapat dari pengajaran yamg benar (Mat. 4:23, Kis. 2:42, Mat. 7:24-27, Maz. 11:3).

Tugas gereja adalah mempertemukan orang dengan Kristus – ENCOUNTER. Bukan Entertain.

3 tujuan pengajaran : Head (paham pengajaran), Heart (terdorong, termotivasi), Hand (melakukan yang diajarkan).

 

Sesi 2

Ps. Jeffrey Rachmat

Pemimpin Yang Menjawab Kebutuhan

Kebutuhan siapa? Dia sendiri atau yang dipimpinnya? Leadership about adding value to others. Sangat sulit memenuhi kebutuhan orang lain saat kita membutuhkan.

Lukas 22:24-26, the game of compare – murid-murid Yesus terjebak dalam perbandingan satu sama lain, perbandingan yang tidak akan pernah ada ujungnya. Jangan merespon berlebihan kalau kita dibandingkan. Jangan gunakan sumber daya yang kita punya untuk membunuh karakter seseorang.

Saatnya merekrut orang-orang muda dengan kreatifitasnya.

 

Sesi 3

Ps. Jeffrey Rachmat

Proses – Relevant dan Simple

Kalau gereja mau menjawab tantangan zaman maka kita tidak boleh tertinggal dalam segala hal. Untuk itulah kita harus mempunyai team yang terdiri dari orang-orang yang bisa keep up dengan perubahan zaman agar kita bisa menjadi jawaban.

Yoh. 3:16, kekristenan adalah relationship Tuhan dengan umat-Nya. Tuhan menjadi manusia agar DIA relevant dengan manusia. DIA adalah Tuhan yang relevant, DIA turun ke level kita bukan kita yg naik ke level-Nya.

Kita harus cepat tanggap menganalisa dan mengatasi permasalahan yang ada di jemaat bukan menghakiminya. Sebagian besar orang datang ke gereja membawa beban dan mereka tahu kalau mereka bersalah dan mereka menunggu solusi yang akan mereka dapatkan. Namun seringkali bukan jawaban atau kelegaan yang mereka dapatkan melainkan penghakiman dan beban / masalah tambahan.

 

Workshop 1

Ps. Victor Waang

Menjawab Kebutuhan Next Gen (Pengkhotbah 1:4)

Tahun 2020, 70% penduduk Indonesia terisi oleh generasi milenial. Kegagalan gereja menjawab kebutuhan generasi akan membuat gereja kehilangan generasi.

  1. Setiap kita harus menjadi pemimpin dengan gaya hidup communal (bukan individual). Gaya hidup communal akan membawa generasi menjadi manusia normal. Pendekatan generasi dengan hubungan. Generasi meninggalkan Yssus bukan karena tidak mempercayai Yesus tetapi karena tidak mencintai Yesus.
  2. Pemimpin yang nyata. Generasi perlu dibawa ke  kehidupan kita agar kita bisa masuk ke kehidupan mereka. Saat kita masuk ke kehidupan mereka: ada unsolve problem, ada unfullfilled need, ada level kebutuhan rohani yang berbeda.
  3. Menjadi pemimpin yang make a room for make mistake and make something new, make a room for feedback, make a room buat banyak hal tapi jangan dosa, ada batasan-batasan.
  4. Pemimpin yamg menjawab perubahan. Gereja harus mempunyai sistem caring untuk mengatasi perubahan yang ada.
  5. Pemimpin yang membapai. Menjadi bapak/mentor adalah menjawab kehidupan karena generasi ini adalah “generasi dimana bapak saya?”.

 

Sesi 4

Pdt. Josia Abdisaputra

Iman dan Kasih Karunia

Iman dalam kepemimpinan, pemimpin harus memiliki iman yang kuat agar bisa berdampak kuat. Kepemimpinan tidak bisa dilepaskan dari “keputusan” yang memerlukan keberanian dan iman.

Iman seperti tangan yang terulur agar kita mengambil kasih karunia / favor.

Kita tidak kekurangan favor tapi kita tidak cukup terulur iman untuk menerima favor.

Hidup dalam kebenaran bukan syarat untuk menerima kasih karunia namun hidup dalam kebenaran adalah bukti seseorang hidup dalam kasih karunia. (Titus 2:11-12).

 

Sesi 5

Ps. Jimmy Oentoro

Perubahan yang Menjawab Kebutuhan

Di era globalisasi terjadi pergeseran era industrialisasi ke era informasi, setiap orang berbicara tapi tidak ada yang mendengarkan. Perubahan internal akan merubah diri kita sementara perubahan eksternal merubah orang lain/dunia luar.

Kalau kita mau gereja mengalami perubahan, kita harus siap menghadapi perubahan.

Setiap percakapan adalah kesempatan untuk duduk bersama dengan seorang guru. Kadang kita harus membiarkan mereka berimprovisasi, bahkan seorang pemimpin kadang harus diajari. Seringkali kita tidak mau belajar bersama-sama.

NIAT, suatu proses bukan instant, lifestyle bukan event. NIAT membangun diri sendiri dan orang lain, membangun gereja Tuhan, membangun bangsa dan negara.

 

Sesi 6

Ps. Edward Supit

Relevant Leaders = Healthy Family

Setiap pemimpin seringkali fokus dengam hal eksternal dan mengabaikan internal (keluarga, kesehatan dll). Pemimpin yang relevant adalah pemimpin yang memiliki keluarga yang sehat. Church is family but how about our family? Ams. 24:3, Untuk membangun keluarga yang sehat dibutuhkan kebijaksanaan. Kita belajar mengenai pertumbuhan gereja tapi kita tidak belajar bagaimana menjadi orangtua yang menjawab kebutuhan anak-anak. Keluarga yang sehat is not accident, family made up from imperfects individuals. Rumah adalah pusat belajar untuk kehidupan, preparing our kids for life. Protection in storms, melindungi dalam badai bukan dari badai. Dalam kehidupan berbagai macam badai datang, membuat kita pontang panting babak belur, namun pastikan rumah kita menjadi tempat perlindungan yang baik bagi keluarga bagi anak-anak dari badai. Ada beberapa badai yang bisa terjadi: badai perubahan, badai kegagalan yang bisa datang kepada setiap manusia, badai penolakan (rejection).

Sebagai orangtua kita harus  Listen (bukan hanya hear tapi hear and do), Hug Them, berikan Hope.

 

Sesi 7

Ps. Juan Mogi

Membangun Gereja yang Bernilai

Pernahkah kita berpikir seseorang mendapatkan nilai-nilai yang baik di gereja kita?

Mat. 5:13, bagaimana rumah tangga kita tetap bernilai, gereja kita bernilai, pelayanan kita bernilai. Nilai/values: sesuatu yang kita anggap penting, kita hidupi dan kita mau bayar harganya (value is what we stand and live for). Dalam perjalanan menuju visi, kita perlu berpegang pada nilai yang kita percaya.

Bagaimana membangun gereja yang bernilai baik?

  1. Pemimpin menetapkan nilai.
  2. Pemimpin menghidupi nilai sehingga nilai itu akan terlihat jelas.
  3. Pemimpin mengajarkan nilai dengan cara-cara yang kreatif.

 

Workshop 2

Ps. Alvi Radjagukguk

Komunitas yang Menjawab Kebutuhan

Mat. 28:18-20, Tuhan tertarik untuk memuridkan bukan hanya mencari follower. The great commandment not the great option/suggestion. Gereja dipanggil untuk memuridkan, kalau gereja tidak memuridkan maka gereja belum melakukan khaidahnya dan hanya berfungsi sebagai Event Organizer.

Pemuridan adalah proses membawa orang kepada hubungan yang benar dengan Tuhan, membangun mereka kepada kedewasaan penuh dalam Kristus melalui strategi pertumbuhan yang disengaja sehingga mereka bisa memultiplikasi seluruh proses ini di dalam diri orang lain juga – Edmund Chan.

 

Sesi 8

Pdt. Ir. Niko N

Menjadi Murid

Untuk selamat dan masuk surga perlu menjadi murid supaya bisa melakukan apa yang Tuhan ingin. Chuck Swindoll menyatakan adanya trend mengutamakan entertain dan event, bukan firman Allah. Jadilah relevant bukan entertain, tapi mengerti kebutuhan anak-anak muda untuk dimuridkan dan akhirnya untuk memenangkan banyak anak muda, kalau gereja  mengutamakan event maka jemaat hanya come and go.

Apakah Anda bertanggungjawab kepada domba-domba yang Tuhan percayakan?

Nubuatan penuaian –

KEBANGUNAN ROHANI 1: Loteng Yerusalem

KEBANGUNAN ROHANI 2: Pentakosta kedua asuza Street – Wiliam seymour (1906)

KEBANGUNAN ROHANI 3: api Tuhan akan turun di Indonesia (nubuat dari Russel evans)

Oleh: Zeffry

 

Check Also

Artikel Doa

KOSMO

Oleh: Sonny Syam Matius 28:19-20 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah …