Renungan Harian (22 September 2015)

22ANGIN RIBUT DIREDAKAN

Markus 4:35-41.

Markus 4:40. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Biasanya Tuhan Yesus sibuk menolong dan melayani orang lain yang kesulitan dan jarang sekali terjadi di mana murid-murid-Nya yang sedang mengalami masalah. Namun dalam perikop ini kita melihat, bahwa kali ini yang membutuhkan pertolongan adalah murid-murid-Nya. Murid-murid yang notabene berlatarbelakang sebagai nelayan tentulah biasa menghadapi angin besar saat berlayar. Tapi angin ribut kali ini pastilah sangat luar biasa, karena mampu membuat mereka ketakutan, panik dan mencari Tuhan Yesus.

Angin besar yang mereka hadapi kala itu membuat para murid kehilangan cara pandang mereka yang benar tentang Tuhan. Dan, berubahnya sudut pandang mereka tentang Tuhan Yesus sangatlah memprihatinkan, sebab ketika perspektif kita tentang Tuhan berubah, di mana persoalan semakin besar dan Allah semakin kecil, pada saat itu maka tidak mungkin iman kita kuat. Dan ini adalah strategi Iblis untuk menjatuhkan kita yaitu membuat perspektif kita tentang Bapa di sorga berubah. Badai masalah kerap membuat kita meragukan kasih Bapa atas kita.

Padahal demikianlah janji Tuhan yang tertulis pada Habakuk 2:3, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

Jangan biarkan keadaan yang saat ini kita alami menipu kita dan membuat kita meragukan kasih Allah. Ketahuilah, bahwa kasih-Nya tidak pernah berubah atas hidup kita. Ia tetap Allah yang pasti memberikan pertolongan pada waktu-Nya. Ia adalah Bapa yang rindu untuk memberi yang terbaik bagi kita. Kalau saat ini kita merasakan hantaman angin besar persoalan dan seolah-olah Tuhan sedang tidur, ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah terlambat. Waktu-Nya pasti yang terbaik! Ia lebih besar dari angin ribut masalah yang sedang Anda hadapi.

Saat angin ribut melanda hidup Anda, yang pertama harus Anda lakukan adalah menguasai diri dan jadilah tenang, supaya Anda dapat berdoa. Haleluya!

Doa: “Tuhan Yesus, terima kasih untuk penyertaan-Mu yang begitu setia di sepanjang kehidupan kami. Kami percaya, bahwa apa pun yang terjadi, kami akan melewatinya dengan penuh kemenangan bersama-Mu. Amin.”

Check Also

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN

Renungan 31 Desember 2023

Ilustrasi Renungan 31 Desember 2023 TUHAN ADA DI SETIAP MUSIM KEHIDUPAN Renungan 31 Desember 2023 …